Tampilkan postingan dengan label kesehatan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label kesehatan. Tampilkan semua postingan

Rabu, 11 November 2015

4 Cara Mengetahui Masa Subur pada Wanita

Pengetian Masa Subur

Masa Subur adalah suatu masa dalam siklus menstruasi perempuan dimana terdapat sel telur yang matang yang siap dibuahi, sehingga bila perempuan tersebut melakukan hubungan seksual maka dimungkinkan terjadi kehamilan.
pengertian lainnya, Masa Subur wanita adalah suatu masa yang berada disekitar waktu keluarnya sel telur tersebut (umumnya bagi yang mempunyai siklus haid 28-30 hari berada antara hari ke 12 hingga hari ke 18 dihitung dari hari pertama haid ).

Klik disini bila ingin lebih tau mengenai Apa itu Masa Subur Wanita?

Cara Menghitung dan Menentukan Masa Subur

Untuk menghitung masa subur sebenarnya tidak telalu sulit hanya saja memerlukan ketelitian dan kesabaran agar memperoleh hasil maksimal.
Bagi anada wanita yang ingin hamil untuk mengetahui, menentukan dan menghitung masa subur anda supaya hamil. Anda harus mengetahui apakah ada sel telur yang siap di buahi. Menurut salah satu dokter di sebuah sakit ternama di Jakarta mengatakan,” Masa subur bisa diketahui dengan menghitung dari periode menstruasi, perubahan pada lendir dan perubahan suhu tubuh”.

Mau melaksanakan program kehamilan bayi laki-laki atau perempuan? Klik disini bila ingin mengetahui Tips Prediksi Bayi Laki-laki atau Perempuan 

Ada beberapa cara yang dapat dilakukan untuk menghitung masa subur untuk wanita yang ingin hamil, yaitu :

1. Siklus Haid

Masa subur akan mudah diketahui jika siklus haid anda setiap bulannya lancar dan normal. Ada ahli yang berpendapat sikulus haid normal 28 hari, pertengahan siklusnya hari ke – 14 ( 28 : 2 ), masa suburnya 3 haari sebelum hari ke -14, yaitu ( 14 – 3 ) dan 3 hari setelah hari ke -14 yaitu hari ke -17 ( 14 + 3 ) adi masa subur terjadi pada hari ke -11 dan hari ke -17
Ada pula cara / rumus lainnya dalam menghitung masa subur dengan sistem kalender, seperti berikut ini :
Masa Subur = Hari Terakhir Haid Menstruasi + 13
Masa Prasubur = Masa Subur -3 & Masa Subur + 3
sebelum menggunakan metode ini disarankan pasangan suami – istri harus mengetahui masa subur masing-masing, siklus masa subur pada wanita tidak sama dengan wanita lainnya, dpat dilakukan pengamatan secara minimal 6 kali siklus haid / menstruasi.

jika siklus haid teratur ( 28 hari ) :
* Hari pertama dalam siklus haid dihitung sebagai hari ke-1
* Masa subur adalah hari ke-12 hingga hari ke- 16 dalam siklus haid

Jika siklus haid tidak teratur :
* Catat jumlah hari dalam satu siklus haid selama 6 bulan (6 siklus). Satu siklus haid dihitung mulai dari hari pertama haid saat ini hingga hari pertama haid berikutnya.
* Jumlah hari terpendek dalam 6 kali siklus haid dikurangi 18. Hitungan ini menentukan hari pertama masa subur. Jumlah hari terpanjang selama 6 siklus haid dikurangi 11. Hitungan ini menentukan hari terakhir masa subur.
* Rumus
Hari pertama masa subur = Jumlah hari terpendek – 18
Hari terakhir masa subur = Jumlah hari terpanjang – 11

Klik disini bila ingin lebih tau mengenai Tips Mudah Menghitung Masa Subur Wanita Setelah Menstruasi

2. Perubahan sekresi lendir leher rahim ( Serviks )

Masa subur juga bisa diketahui lewat pemeriksaan getah lendir (mukus) mulut rahim (serviks). Ini pun dapat kita lakukan sendiri. Caranya, lendir dari mulut rahim diperiksa setiap hari. Hormon Estrogen mencapai puncaknya pada saat ovulasi biasanya lendir rahim jadi agak encer dan bila diraba dengan jari telunjuk atau ibu jari, lalu rekatkan lendir tersebut seperti membentuk benang dengan jarak 2 – 3 cm, jika lendir tersebut terputus tandanya tidak subur, dan apabila lendir tersebut tidak terputus maka ada dalam masa subur, tingkat keberhasilan dengan cara ini hanya sekitar 60% – 70%.
Lendir rahim berwarna bening, mungkin elastis, mudah pecah, lembut, licin seperti putih telur yang mentah. Elastisitas ini dikenal sebagai efek Spin yng menunjukkan lendir subur. Untuk lebih yakin lendir yang keluar dari mulut rahim dapat diperiksa oleh ahli pada objek gelas dibawah mikroskop, apabila lendir yng terjadi pada masa subur akan terlihat seperti daun pakis.

Ada yang perlu diingat selama pemeriksaan lendir serviks, yaitu :
- Jumlah dan kualitas lendir bervariasi pada perempuan satu dengan lainnya, termasuk dengan siklus itu sendiri.
- Setiap perubahan sensasi, jumlah lendir juga harus diperhatikan
- jika sulit untuk mendeteksi lendir dari luar, bisa diketahui setelah berolahraga atau setelah buang air besar
- Kegel ( gerakan mengerutkan otot pinggul bagian bawah seperti sedang menahan kencing ) terkadang dapat membantu pengeluaran lendir

3. Ukur suhu tubuh

Suhu tubuh normal basanya 35,5 – 36 derajat celsius. Pada waktu ovulasi turun dulu dan naik kembali mencapai 37 – 38 derajat celcius dan tidak akan kembali ke suhu normal 35 derajat. Kenaikan suhu tubuh terjadi apabila sudah terbentuknya Progesteron yang bertugas menyiapkan jaringan dalam rahim untuk menerima sel telur yang telah di buahi. Caranya lakukan pengukuran suhu tubuh pada pagi hari setelah bangun tidur sebelum melakukan aktivitas apapun, kemudian masukkan termometer ke dalam dubur atau mulut vagina selama 5 – 6 menit. Tutup kembali mulut vagina selama pengukuran berlangsung, lakuakn hal ini setip hari pada jam yang selama 3 bulan. Jangan lupa untuk mencatat setiap hasil pengukuran sampai membentuk kurva
dengan syarat selama menentukan masa subur dengan mengukur suhu selama 3 bulan : suhu tubuh tidak boleh dalam kondisi demam, jangan tidur dibawah lampu yang panas, dan jangan tidur dengan menggunakan AC dalam suhu yang sangat tinggi.

4. Lewat USG

cara ini biasa dan sering dilakukan oleh banyak wanita hamil, untuk mengetahui perkembangan sel telur yang telah dibuahi atau calon janin yang sudah jadi.


Adapun penyebab / masalah masa subur wanita yang tidak bisa hamil, seperti :

1. Infeksi
Infeksi atau peradangan yang sudah lalu atau kronis dapat merusak indung telur dan menghambat kelangsungan pertemuan antara sel telur dengan sel sperma

2. Terganggunya sel Telur
Adanya kelainan atau gangguan pada sel telur yang menghambat pembuahan seperti: Kista, Endometriosis atau Tumor.

3. Ketidak seimbangannya Hormon
Ketidakseimbangan hormon dapat mengakibatkan teadinya pelepasan sel telur dari indung telur dan berpengaruh pada produksi hormon Progesteron. Salah satunya hormon Hipopysa ( terletak di kelenjar bawah otak ) yang dapat membantu perangsangan pada sel telur, tetapi jika terdapat tumor atau penykit lainnya yang meradang pada kelenjar Hipopysa, stimulasi pertumbuhan pad sel telur tidak dapat terjadi dan produksi sel telur terganggu.

4. Getah Serviks
Kehamilan sulit dicapai apabila getah serviks yang mengandung antibodi atau anti-imun, zat penolak sperma. Keadaan ini dapat diketahui setelah melakukan aktivitas seksual, getah lendir diambil usai hubungan seksual. Lendir yang mengandung antibodi mengakibatkan banyak sel sperma mati dan tidak bergerak.

5. Kerusakan Struktural
Kerusakan Struktural biasanya terjadi pada rahim ( tempat dimana tumbuhnya janin ). Janin dapat karena teridentifikasinya infeksi, permukaan yang abnormal, fibroid ( tumor jinak ), kanker dsb.


Masa Subur Wanita Dewasa

pada dasarnya sama saja dengan masa subur yang dialami wanita yang ingn hamil. Siklus menstruaasi dapat mempengaruhi hormon pada wanita seperti hormon esterogen dan progesteron. Hormon – hormon ini juga dapat mempengaruhi perubahan fisik pada tubuh wanita yang dapat dilihat melalui beberapa indikator klinis, seperti :
1. Perubahan suhu basal tubuh
2. Perubahan Lendir Serviks
Perubahan lendir serviks dapat diamati melalui vulva ( alat kelamin luar ). Lendir Serviks ini dapat diketahui dengan rasas / sensasi, penampakan, dan tes dengan jari tangan.
3. Perubahan pada Serviks
Pengamatan pada serviks akan memberikan tambahan informasi dan sangat bernmanfaat bagi yang mempunyai siklus panjang, bagi yang wanita yang menyusui atau sebelum datang masa menopause. Perubahan lendir serviks belum bisa dikatakan terjadinya masa subur. Masa subur pada perubahan lendir serviks biasanya dapat dikenali dengan perubahan panjang, posisi, konsistens dan terbukanya serviks. Pada umumnya memerlukan waktu 1 – 3 hari.
4. Minor kesuburan atau perubahan pada payudara
Perubahan dapat dirasakan dengan rasa sakit karena ovulasi ( Mittelschmerz Pain ) rasa sakit pada perut bagian bawah selama beberapa jam dan rasa kencang dan menggelayar pada payudara.

 sumber:masasuburwanita

Apa itu Masa Subur Wanita?

Hamil dan memiliki keturunan adalah kodrat tiap wanita. Demi mewujudkannya, kebanyakan wanita penasaran pada masa subur dirinya. Pembuahan yang terjadi pada masa subur (ovulasi) diharapkan bisa menghasilkan keturunan sesuai harapan.


Masa subur, berdasarkan ahli kandungan dan kehamilan, Ahmad Mediana, adalah saat indung telur (ovarium) melepaskan sel telur (ovum) yang sudah siap dibuahi ke dalam saluran indung telur (tuba falopi). Bila sel telur berhasil bertemu sperma dan mengalami pembuahan, maka pasangan tersebut berkesempatan memperoleh buah hati.

Masa subur biasanya berlangsung 2 minggu usai wanita menstruasi. "Bila wanita menstruasi pada tanggal 1, maka masa suburnya sekitar tanggal 16. Namun untuk lebih pastinya wanita bisa berkonsultasi pada dokter, melakukan pemeriksaan USG, atau laboratiorium yang disebut ovutest,". Dalam satu bulan wanita melepaskan satu ovum, yang bisa berasal dari ovarium kanan atau kiri.

Ovulasi ditandai pecahnya folikel dan keluarnya sel telur yang kemudian disimpan dalam tuba falopi. Folikel yang hancur berubah menjadi jaringan berwana kuning (corpus luteum) yang mengeluarkan hormon progesterone. Hormon ini kemudian menyiapkan lapisan dinding dalam rahim tempat sel telur menempel bila berhasil dibuahi sperma.

Sesaat setelah dilepaskan, sel telur terus bergerak dalam tuba falopi melalui kontraksi otot yang mirip gelombang laut. Lapisan dalam tuba falopi sendiri tidaklah halus. Lapisan ini memiliki rambut mikro (silia) yang terus menggerakkan ovum. Pergerakan silia yang dibantu kontraksi otot, bertujuan mendekatkan sperma dan ovum hingga bisa terjadi pembuahan.

Masa subur tidaklah berlangsung lama. umur sel telur hanya berkisar 12-24 jam usai dilepaskan. Setelah waktu tersebut lewat ovum bersama jaringan dalam rahim yang sudah disipakan untuk menerima ovum yang berhasil dibuahi, akan dibuang melalui tuba falopi. Hal ini ditandai penurunan kadar progesteron dan esterogen dalam tubuh wanita, dalam siklus yang disebut menstruasi. Siklus ini biasanya berlangsung dalam 28-35 hari, selama maksimal 15 hari.


Peluang besar terjadi kehamilan

Dalam Mayo Clinic Family Health Book dijelaskan, hubungan seksual yang terjadi pada masa subur berpeluang besar menghasilkan keturunan. Hubungan tersebut haruslah terjadi 72 jam (3 hari) sebelum ovum memasuki tuba falopi.

Sperma sendiri diketahui bisa bertahan kurang lebih 3 hari di dalam rahim, bila berhasil melewati vagina dan melalui saluran serviks sepanjang 2,5 sentimeter. Dalam buku tersebut juga dikatakan, peluang terjadinya kehamailan pada setiap siklus adalah sekitar 30 persen. Untuk mewujudkan peluang tersebut, dibutuhkan organ reproduksi sehat sehingga bisa menghasilkan keturunan yang baik. 

Mau melaksanakan program kehamilan bayi laki-laki atau perempuan? Klik disini bila ingin mengetahui Tips Prediksi Bayi Laki-laki atau Perempuan 
 sumber:kompas

Tips Mudah Menghitung Masa Subur Wanita Setelah Menstruasi



Masa Subur adalah suatu masa dalam siklus menstruasi perempuan dimana terdapat sel telur yang matang yang siap dibuahi, sehingga bila perempuan tersebut melakukan hubungan seksual maka dimungkinkan terjadi kehamilan.

Masa subur wanita setelah menstruasi adalah masa atau fase yang cukup penting bagi para wanita pribadi ataupun bagi para pasangan suami istri. Pasalnya bagi sepasang suami istri masa subur ini adalah masa atau fase yang paling tepat untuk melakukan hubungan suami istri jika ingin memiliki keturunan. Hal ini dikarenakan wanita tengah berada pada puncak kesuburannya sehingga prosentase kehamilan sangat tinggi. Apalagi jika ditambah sperma dari pria sedang berada pada kondisi yang prima, sehingga hasilnya akan lebih maksimal. Sayangnya masih banyak pasangan yang belum menyadari atau bahkan belum tahu kapan masa subur ini akan datang. Jadi Bagaimanakah cara menghitung dan menentukan masa subur atau ovulasi itu?

Klik disini bila lebih tau mengenai Apa itu Masa Subur Wanita?

Menghitung Masa Subur Wanita Setelah Menstruasi dengan Cara Matematis

Pada umumnya ada banyak cara yang bisa Anda lakukan untuk menghitung dan menentukan kapan Anda (wanita) mengalami masa subur. Cara yang paling mudah mungkin adalah dengan menggunakan kalkulator masa subur. Dan saat ini Anda pasti bisa mendapatkannya dengan mudah baik secara online ataupun dalam bentuk aplikasi pada gadget Anda. Namun pada dasarnya penghitungan masa subur secara manual pun tidak terlalu sulit, karena rumusnya pun cukup sederhana.

Masa subur wanita setelah menstruasi dibagi menjadi dua jenis, yaitu puncak masa subur dan masa subur biasa. Di mana puncak masa subur biasanya akan terjadi pada 13 hari setelah seorang wanita mengalami haid hari pertama. Sedangkan masa subur biasa akan terjadi kurang lebih tiga hari setelah atau sebelum menuju puncak masa subur tersebut. Agar lebih mudah kita ambil contoh bahwa haid hari pertama adalah tanggal 10.

Dengan demikian diketahui bahwa puncak masa subur diperkirakan akan terjadi pada tanggal 23 bulan itu. Sedangkan masa subur biasa akan terjadi pada tanggal 20, 21, 22 dan tanggal 24, 25, 26. Dan kesimpulannya pada bulan itu masa subur wanita terjadi mulai tanggal 20 sampai tanggal 26. Akan tetapi rumus menentukan masa subur wanita setelah menstruasi tersebut hanya berlaku bagi wanita yang memiliki siklus haid teratur. Lalu bagi wanita yang tidak memiliki siklus haid teratur, bagaimana cara menghitungnya?

Mau melaksanakan program kehamilan bayi laki-laki atau perempuan? Klik disini bila ingin mengetahui Tips Prediksi Bayi Laki-laki atau Perempuan 

Menghitung Masa Subur Wanita Setelah Haid yang Siklusnya Tidak Teratur

Nah, bagi para wanita yang siklus haidnya tidak teratur, Anda harus melakukan penghitungan yang agak sedikit rumit. Pasalnya Anda harus mencatat dan mengingat siklus haid Anda sekurang-kurangnya selama 6 bulan terakhir. Jika sudah, tentukan kapan siklus terpendek Anda dan siklus terpanjang Anda. Kemudian untuk siklus terpanjangnya kurangi dengan 11, dan hasilnya adalah hari subur terakhir pada siklus haid terakhir Anda. Sedangkan siklus terpendek dikurangi 18 dan Anda akan mendapatkan hari pertama masa subur Anda pada bulan tersebut.

Agar Anda lebih paham kita ambil contoh nyatanya. Misalnya siklus haid terpanjang Anda adalah 31 hari dan siklus terpendeknya adalah 26 hari. Maka dari itu 31 – 11 = 20 dan 26 – 18 = 8. Dengan demikian bisa ditentukan bahwa masa subur Anda pada bulan tersebut bisa terjadi mulai dari hari ke-8 sampai hari ke-20.

Demikian semoga dapat membantu....

Klik disini bila ingin lebih tau mengenai 4 Cara Mengetahui Masa Subur pada Wanita

dedaunan
masasuburwanita

Minggu, 27 September 2015

SEPUTAR PENYAKIT ASAM URAT

Penyakit Asam Urat merupakan penyakit yang sering dialami oleh banyak orang sekarang ini terutama yang berusia diatas 30 tahun,namun tidak sedikit orang yang masih tergolong muda juga sering ditimpa penyakit ini. Sebenarnya, seperti apa penyakit ini? Apa saja gejala, penyebab, dan solusinya? Serta makanan apa yang menjadi pantangan? Berikut kita akan membahasnya.

Penyakit asam urat merupakan akibat dari konsumsi zat purin secara berlebihan. Purin diolah tubuh menjadi asam urat, tapi jika kadar asam urat berlebih, ginjal tidak mampu mengeluarkan sehingga kristal asam urat menumpuk di persendian. Akibatnya sendi terasa nyeri, bengkak dan meradang.

Purin sendiri adalah zat yang terdapat dalam setiap bahan makanan yang berasal dari tubuh makhluk hidup. Dengan kata lain, dalam tubuh makhluk hidup terdapat zat purin ini, lalu karena kita memakan makhluk hidup tersebut, maka zat purin tersebut berpindah ke dalam tubuh kita. Berbagai sayuran dan buah-buahan juga terdapat purin. Purin juga dihasilkan dari hasil perusakan sel-sel tubuh yang terjadi secara normal atau karena penyakit tertentu.
Normalnya, asam urat ini akan dikeluarkan dalam tubuh melalui feses (kotoran) dan urin, tetapi karena ginjal tidak mampu mengeluarkan asam urat yang ada menyebabkan kadarnya meningkat dalam tubuh. Hal lain yang dapat meningkatkan kadar asam urat adalah kita terlalu banyak mengkonsumsi bahan makanan yang mengandung banyak purin. Asam urat yang berlebih selanjutnya akan terkumpul pada persendian sehingga menyebabkan rasa nyeri atau bengkak.
Penderita asam urat setelah menjalani pengobatan yang tepat dapat diobati sehingga kadar asam urat dalam tubuhnya kembali normal. Tapi karena dalam tubuhnya ada potensi penumpukan asam urat, maka disarankan agar mengontrol makanan yang dikonsumsi sehingga dapat menghindari makanan yang banyak mengandung purin.

Gejala Asam Urat

  • Kesemutan dan linu
  • Nyeri terutama malam hari atau pagi hari saat bangun tidur
  • Sendi yang terkena asam urat terlihat bengkak, kemerahan, panas dan nyeri luar biasa pada malam dan pagi.

Solusi Mengatasi Asam Urat

  • Melakukan pengobatan hingga kadar asam urat kembali normal. Kadar normalnya adalah 2.4 hingga 6 untuk wanita dan 3.0 hingga 7 untuk pria.
  • Kontrol makanan yang dikonsumsi.
  • Banyak minum air putih. Dengan banyak minum air putih, kita dapat membantu membuang purin yang ada dalam tubuh.

Pantangan/Makanan yang Sebaiknya Dihindari (mengandung banyak purin)

  • Jeroan: otak, paru-paru, hati, limpa, usus, ginjal dan babat.
  • Seafood (Makanan laut): udang, kepiting, cumi-cumi, gurita, kerang, sotong, remis, tiram, ikan teri, ikan sarden.
  • Riverfood (Makanan sungai): ikan lele, belut, udang, kepiting dan keong.
  • Ekstrak daging seperti abon dan dendeng.
  • Makanan yang sudah dikalengkan (contoh: kornet sapi, ikan sarden, daging sapi dan daging babi).
  • Daging kambing, daging anjing, daging babi, daging sapi, daging kerbau dan daging kuda.
  • Bebek, angsa dan kalkun.
  • Burung dan kelelawar.
  • Kacang-kacangan: kacang kedelai (termasuk hasil olahan seperti tempe, tahu, tauco, oncom, susu kedelai), kacang tanah, kacang hijau, tauge dan emping/melinjo.
  • Sayuran: kembang kol, bayam, asparagus, buncis, jamur kuping, daun singkong/ubi, daun pepaya, kangkung dan cabe/lombok.
  • Krim, es krim dan kaldu atau kuah daging yang kental.
  • Buah-buahan tertentu seperti durian, nanas dan air kelapa.
  • Makanan yang digoreng atau bersantan atau dimasak dengan menggunakan margarin/mentega.
  • Makanan kaya protein, lemak dan darah

Tips Tambahan Bagi Penderita Asam Urat

  • Konsumsi makanan yang mengandung potasium tinggi seperti tomat, kentang, yogurt dan pisang.
  • Konsumsi buah yang banyak mengandung vitamin C, seperti jeruk, pepaya dan stroberi.
  • Contoh buah dan sayuran untuk mengobati penyakit asam urat: buah naga, belimbing wuluh, jahe, labu kuning, sawi hijau, sawi putih, serai dan tomat.
  • Perbanyak konsumsi karbohidrat kompleks seperti nasi, singkong/ubi dan roti.
  • Kurangi konsumsi karbohidrat sederhana jenis fruktosa seperti gula, permen, arum manis, gulali dan sirup.
  • Jangan minum aspirin.
  • Jangan bekerja terlalu keras/kelelahan.
  • Pada orang yang kegemukan (obesitas), biasanya kadar asam urat cepat naik tapi pengeluaran sedikit, maka sebaiknya turunkan berat badan dengan olahraga yang cukup.
  • Sesuaikan asupan energi dengan kebutuhan tubuh, berdasarkan tinggi dan berat badan.
  • Menghindari makanan yang dapat meningkatkan asam urat, seperti jeroan (hati, ginjal, limpa, babat, usus, paru dan otak), hindari makanan laut (udang, kerang, cumi, kepiting); makanan kaleng (kornet, ikan sarden dan ekstrak daging), kaldu atau kuah daging yang kental.
  • Menghindari makanan seperti emping/melinjo, kangkung dan bayam, daun singkong/ubi, daun jambu mete, asparagus, buncis dan kembang kol. Hindari kacang-kacangan (kacang tanah, kacang hijau, kacang kedelai, tempe, tauco, tauge, oncom) dan susu kedelai.
  • Menghindari makan buah durian, alpukat, nanas, air kelapa.
  • Makanan yang aman dimakan, beberapa di antaranya adalah: nasi, ikan yang bersirip dan bersisik, daging ayam, telur, keju, susu dan beberapa buah-buahan.
  • Hindari minuman dan makanan beralkohol.
  • Pada orang gemuk, asam urat biasanya naik sedangkan pengeluarannya sedikit, maka untuk keamanan, orang biasanya dianjurkan menurunkan berat badan.
  • Banyak minum air putih minimal 8 - 10 gelas per hari, karena dengan banyak minum air putih, kita dapat membantu membuang purin yang ada dalam tubuh.
sumber : berbagai sumber

Kamis, 09 Oktober 2014

MENGENAL PENYEBAB JERAWAT DARI LETAKNYA DI WAJAH



MENGENAL PENYEBAB JERAWAT DARI LETAKNYA DI WAJAH

Mengetahui penyebab jerawat dilihat dari letak tumbuhnya jerawat di wajah juga tips untuk mengatasinya, dilansir dari laman merdeka.com yuk disimak.
1 dan 2 : Sistem Pencernaan
Kurangi makan makanan olahan atau junk food, karena jerawat yang muncul di sekitar dahi bisa disebabkan konsumsi lemak yang berlebihan. Untuk mengatasinya dari dalam, Anda perlu memperbanyak minum air dan makan makanan sehat.
3 : Hati
Kurangi konsumsi alkohol, makanan berminyak dan susu. Ini adalah zona di mana alergi makanan menjadi salah satu penyebab munculnya jerawat. Untuk mengatasinya, rajinlah berolahraga ringan, seperti jalan kaki, 30 menit setiap hari, serta tidur yang cukup, sehingga hati Anda dapat beristirahat dengan baik.
4 dan 5 : Ginjal
Apa pun yang muncul di sekitar mata (termasuk lingkaran hitam) menunjukkan adanya dehidrasi. Jadi, perbanyak minum air minimal 8-10 gelas sehari.
6 : Jantung
Periksa tekanan darah Anda dan tingkat konsumsi Vitamin B setiap hari. Kurangi makan makanan pedas, daging dan dapatkan udara yang lebih segar. Selain itu, Anda juga perlu menurunkan kadar lemak jahat ke tubuh dengan memperbanyak konsumsi lemak baik, seperti Omega 3 dan 6 yang ditemukan dalam kacang-kacangan, alpukat, ikan dan biji-bijian. Juga, periksalah apakah make up Anda sudah kedaluwarsa atau tidak.
7 dan 8 : Ginjal
Sekali lagi, perbanyak minum air! Dan kurangi konsumsi minuman soda, kopi dan alkohol, karena itu bisa memperburuk tingkat dehidrasi.
9 dan 10 : Sistem pernapasan
Apakah Anda merokok ? Memiliki alergi? Karena dua hal itu bisa memicu timbulnya jerawat di daerah tersebut. Jika Anda tidak memiliki masalah dengan itu, jangan biarkan tubuh Anda menjadi terlalu panas, perbanyak makan makanan yang bersifat dingin (melon, mentimun, semangka), mengurangi asupan gula dan menghirup udara yang segar. Juga, cobalah untuk menghindari makanan yang dapat membuat tubuh jadi asam (daging, susu, alkohol, kafein, gula). Mulai menambahkan lebih banyak makanan sehat seperti sayuran hijau dan jus segar.
11 dan 12 : Hormon
Ini adalah zona untuk stres dan perubahan hormonal. Masalahnya, keduanya kadang-kadang tidak dapat dihindari, terutama bagi wanita yang mengalami siklus menstruasi. Namun, Anda dapat mengurangi efeknya dengan mendapatkan cukup tidur, minum banyak air, makan sayuran berdaun hijau dan menjaga kebersihan kulit.
13 : Perut
Perbanyak asupan serat, kurangi kelebihan toksin dan minum teh herbal untuk membantu memperlancar pencernaan. Sebab, zona ini menandakan bahwa Anda memiliki masalah dengan perut atau pencernaan.
14 : Penyakit
Jerawat yang muncul di zona ini bisa menjadi tanda bahwa tubuh Anda sedang melawan bakteri untuk menghindari penyakit. Ada pun beberapa cara yang bisa Anda lakukan untuk mengatasi kondisi ini, seperti beristirahat yang cukup, mencoba bermeditasi, tidur siang, latihan menarik napas dalam-dalam, dan minum banyak air.
Ini merupakan beberapa penyebab jerawat yang dilihat dari letak munculnya di wajah Anda. Dengan mengetahui penyebabnya, Anda bisa mencari tahu solusi tepat untuk mengobatinya.
CARA ALAMI MENGATASI JERAWAT MEMBANDEL DI WAJAH
Untuk mengatasi jerawat, anda harus melakukan pengobatan secara menyeluruh yaitu pengobatan dari luar dan dari dalam. Pengobatan dari dalam misalnya menjaga pola makan yang sehat, perbanyak konsumsi buah dan sayuran serta kurangi makan yang mengandung lemak, goreng-gorengan atau junk food. Selain itu perbanyak minum air putih, minum jahe merah & jeruk lemon untuk membantu melunturkan lemak serta akan lebih baik lagi ditambah dengan rajin olah raga untuk membakar lemak & kalori agar berubah menjadi energi.
sumber: Elumor

Rabu, 15 Januari 2014

TIPS MEMPREDIKSI KELAHIRAN BAYI BERJENIS KELAMIN LAKI-LAKI ATAU PEREMPUAN




Dapatkah kita menentukan jenis kelamin bayi kita yang akan lahir..? 

Untuk menjawab pertanyaan ini tentu tidaklah mudah.  Banyak orang telah berusaha dengan berbagai cara untuk mendapatkan dan berharap agar bayi yang dilahirkan akan berjenis kelamin laki-laki misalnya atau berjenis kelamin perempuan.  

Jika bayi itu bisa diumpamakan berupa hasil karya yang berbentuk benda, sejak awal tentulah sang pembuat sudah merencanakan bentuk dan rupa benda tersebut sebelum diciptakan, lantas bagaimana dengan bayi..? dapatkah kita merencanakan jenis kelamin bayi yang akan dilahirkan..? 


Selain menggunakan Metode Masa Subur, metode berikut ini mungkin bisa membantu anda yang sangat mengharapakan anak dengan jenis kelamin tertentu.  Gunakanlah Tabel di bawah dengan hitungan yang akurat, dan yang terpenting jangan lupa untuk berdoa, memohon kepada Allah SWT agar anda bisa mendapatkan sesuai dengan apa yang anda harapkan, karena manusia berusaha Tuhan jugalah yang menentukan.

Klik disini bila ingin lebih tau mengenai 4 Cara Mengetahui Masa Subur pada Wanita


Menurut legenda bahwa tabel di bawah ini ditemukan di sebuah makam kuno di Cina yang disusun berdasarkan kalender lunar Cina, akan tetapi tabel di bawah sudah dikonversi ke kalender Masehi.  Dengan menggunakan usia ibu saat konsepsi dan bulan pembuahan, seharusnya Anda dapat menentukan dengan akurasi 99 % jika bayi Anda yang akan lahir adalah berjenis kelamin laki-laki atau perempuan.

ket: L = laki-laki
       P = Perempuan

Tabel diatas didasarkan pada bulan proses pembuahan bayi, bukan kelahiran dari bayi.

Cara melihat tabel ini cukup mudah, anda tinggal menyesuaikan dengan usia sang ibu, misalnya ibu berusia 18 tahun dan terjadi pembuahan di bulan Januari, maka kelak bayi yang akan dilahirkan adalah bayi dengan jenis kelamin Perempuan.

Untuk menguji akurasi tabel di atas, cobalah lihat bulan kelahiran salah satu anak anda atau anak tetangga dengan asumsi usia bayi dalam kandungan adalah normal selama 9 bulan, kemudian lihat pula usia ibu saat melahirkan anak tersebut, selanjutnya lihat tabel dan hitung mundur sembilan bulan ke belakang, maka sebenarnya jenis kelamin anak itu sudah bisa dipastikan sejak bulan terjadinya pembuahan di rahim ibu.

Akhirnya semoga tabel ini dapat menjawab harapan anda yang sedang berusaha untuk mendapatkan bayi dengan jenis kelamin tertentu.  Dalam sembilan bulan kemudian, jika anda berhasil mempraktekkannya jangan lupa ucapkan Alhamdulillah.. dan saya tunggu komentarnya di bagian bawah artikel ini.

Penting
Saat mengimplementasikan program ini jangan lupa memperhitungkan masa subur sang ibu, konsultasi dengan dokter kandungan anda, dan banyak berdoa kepada Allah SWT. untuk mengetahui masa subur ibu, akan dibahas pada sesi selanjutnya.

Klik disini bila ingin mengetahui Tips Mudah Menghitung Masa Subur Wanita Setelah Menstruasi

... 

Jumat, 20 Desember 2013

Makna Di Balik Perubahan Warna Langit Ketika Waktu Sholat Tiba


Menjelang waktu Maghrib, alam berubah ke warna merah dan di waktu ini kita kerap dinasihatkan oleh orang-orang tua agar tidak berada di luar rumah. Ini karena spektrum warna pada waktu ini menghampiri frekuensi jin dan iblis (infra-red) dan ini bermakna jin dan iblis pada waktu ini amat bertenaga kerana mereka beresonansi dengan alam. Mereka yang sedang dalam perjalanan juga sebaiknya berhenti dahulu pada waktu ini (solat Maghrib dulu ). Rahasia waktu Maghrib atau warna merah ialah keyakinan, frekuensi otot, saraf dan tulang.


Tahukah anda bahwa warna merah yang dipancarkan oleh alam ketika itu mempunyai resonansi yang sama dengan jin dan syaitan. Kita lebih baik untuk berada di dalam rumah pada waktu magrib ini.



1. Waktu Sholat Subuh

Suka perhatiin ga, kalau waktu selepas subuh apalagi menjelang siang, warna langit itu (kalau cerah) berwatna biru yang diselingi dengan merah (orange) yang dihasilkan oleh sinar mentari yang mau terbit.

Dalam islam tidur setelah subuh itu ga boleh gan karena akan ketinggalan rizki. Seperti Sabda Rasulullah,

Ya Allah berikanlah berkah kepada umatku di pagi harinya

(HR. Abu Dawud no. 2606, Tirmidzi no. 1212, Ibnu Majah no. 2236, shahih

At-Targhiib waTarhiib no, 1693)

Selain itu, mengapa kita tidak dibenarkan tidur selepas subuh adalah karana warna biru mempertenagakan kelenjar tyroid. Bila kelenjar tyroid kita lemah seseorang itu akan mengalami masalah kehausan sepanjang hari.

Pada Waktu Subuh Alam berada dalam spektrum warna biru muda yang bersamaan dengan frekuensi tiroid yang mempengaruhi sistem metabolisma tubuh. Jadi warna biru muda atau waktu Subuh mempunyai rahasia yang berkaitan dengan rizki dan komunikasi. Mereka yang kerap tertinggal waktu Subuhnya ataupun terlewat secara berulang-ulang kali, lama kelamaan akan menghadapi masalah komunikasi dan rizki.

Ini karena tenaga alam yaitu biru muda tidak dapat diserap oleh tiroid yang mesti berlaku dalam keadaan roh dan jasad dalam keadaan tidur dalam arti kata lain lebih baik terjaga daripada tidur. Disini juga dapat kita ambil hikmah untuk solat di awal waktu.

Bermulanya saat azan Subuh, tenaga alam pada waktu itu berada pada tahap optimum. Tenaga inilah yang akan diserap oleh tubuh melalui konsep resonansi pada waktu rukuk dan sujud. Jadi mereka yang terlewat Subuhnya sebenar sudah mendapat tenaga yang tidak optimum lagi.

2. Waktu Sholat Dzuhur

Ketika ini warna kuning mendominasi atmosfera. Mengurangi makan pada waktu kuning (siang hari) ialah amalan yang terbaik untuk menjaga supaya pemikiran menjadi kreatif, tajam, dan peka. Ini adalah mengapa kita amat digalakkan untuk melakukan puasa sunah Senin dan

Kamis untuk menggurangi beban kerja organ pencernaan.

Spektrum warna pada waktu ini bersamaan dengan frekuensi perut dan hati yang berkaitan dengan sistem pencernaan. Warna kuning ini mempunyai rahasia yang berkaitan dengan keceriaan. Jadi mereka yang selalu ketinggalan atau terlewat Zuhurnya berulang- ulang kali dalam hidupnya akan menghadapi masalah di perut dan hilang sifat cerianya.

3. Waktu Sholat Ashar

Kemudian warna alam akan berubah kepada warna orange, yaitu masuknya waktu Ashar di mana spektrum warna pada waktu ini bersamaan dengan frekuensi prostat, uterus, ovarium dan testis yang merangkumi sistem reproduktif.

Rahasia warna orange ialah kreativitas. Orang yang kerap tertinggal Asar akan hilang daya kreativitasnya dan lebih malang lagi kalau di waktu Asar dipakai buat tidur.

4. Waktu Sholat Magrib

Menjelang waktu Maghrib, alam berubah ke warna merah dan di waktu ini kita kerap dinasihatkan oleh orang-orang tua agar tidak berada di luar rumah. Ini karena spektrum warna pada waktu ini menghampiri frekuensi jin dan iblis (infra-red) dan ini bermakna jin dan iblis pada waktu ini amat bertenaga kerana mereka beresonansi dengan alam. Mereka yang sedang dalam perjalanan juga sebaiknya berhenti dahulu pada waktu ini (solat Maghrib dulu ). Rahasia waktu Maghrib atau warna merah ialah keyakinan, frekuensi otot, saraf dan tulang.

Tahukah anda bahwa warna merah yang dipancarkan oleh alam ketika itu mempunyai resonansi yang sama dengan jin dan syaitan. Kita lebih baik untuk berada di dalam rumah pada waktu magrib ini.

5. Waktu Sholat Isya

Apabila masuk waktu Isya, alam berubah ke warna merah dan seterusnya memasuki fasa Kegelapan. Waktu Isya ini menyimpan rahasia ketenteraman dan kedamaian dimana frekuensinya bersamaan dengan sistem kawalan otak.

Mereka yang kerap ketinggalan Isyanya akan selalu berada dalam kegelisahan. Alam sekarang berada dalam Kegelapan dan sebetulnya, inilah waktu tidur dalam Islam dimana keseluruhan sistem tubuh berada dalam keadaan relax / istirahat.

Sabtu, 19 Oktober 2013

Petaka Si Cantik Fatimah Labisa Pumila di Banyumas (True Story)


Foto: Petaka Si Cantik Fatimah Labisa Pumila di Banyumas (True Story) 

Harap Baca INFO penting ...!!!

Saya akan menceritakan salah satu kejadian yang pernah saya alami. Saat itu saya sedang berdinas di RSUD Banyumas, di Jawa Tengah. Sebagai gambaran, RSUD Banyumas kala itu merupakan rumah sakit negeri yang cukup diminati pasien dengan kebersihan setara hotel berbintang.

Saya menerima pasien yang datang dengan kehamilan pertama, umur kehamilan 9 bulan dan sudah mulai masuk persalinan dengan kontraksi rahim yang teratur dan pembukaan 2 cm kira-kira jam 7-8 pagi. Hasil perekaman jantung janin menunjukkan bahwa janin dalam kondisi baik dan sanggup menjalani persalinan. Berhubung pembukaan masih kecil, maka pasien diistirahatkan di kamar sambil menunggu pembukaan bertambah.

Waktu itu saya full day tinggal di rumah sakit 24-7 alias 24 jam dan 7 hari. Saat saya sedang istirahat sore jam 7an malam, tiba-tiba saya dikejutkan berita dari bidan jaga yang menginformasikan bahwa pasien tersebut kesakitan dan saat dilakukan perekaman jantung ternyata denyut jantung sudah tiada alias janin sudah meninggal. Suami pasien dan keluarga pasien marah-marah dan menyalahkan saya dan penanganan yang diberikan.

Saat saya lakukan pemeriksaan, saya menemukan kondisi yang tidak wajar. Pembukaan masih 2-3 cm dengan kontraksi yang sangat kuat yang layaknya kontraksi pada pembukaan 8-9 cm. Saya merasa pasti ada yang tidak beres, saat saya tanyakan ke keluarganya, apakah ada diberikan `sesuatu` awalnya mereka tidak mengakui. Saya minta bidan saya memeriksa ke kamar pasien apakah ada yang mencurigakan sambil saya terus menguimpulkan informasi dari keluarga pasien. Mereka masih berusaha menyalahkan penanganan rumah sakit atas meninggalnya janin tersebut. Namun akhirnya bidan jaga menemukan adanya rendaman `rumput` dan gelas di kamar pasien, dan barulah keluarga pasien tersebut mengakui.

Ternyata pasien sudah diberikan minuman rendaman rumput fatimah saat di kamar rawatan, dan ini diluar pengetahuan dokter. Seperti kita ketahui bahwa `rumput fatimah` (Labisa pumila) berasal dari Timur Tengah dan mempunyai sebutan lain seperti Kaf Mariyam (bahasa arab) yang berarti `telapak tangan mariyam`, dan beberapa orang barat menyebutnya sebagai Mawar Jericho. Tanaman ini mempunyai efek uterotonik alias bisa menyebabkan kontraksi rahim. Kontraksi rahim yang ditimbulkannya bisa menyebabkan persalinan, oleh karena itu beberapa orang menggunakan tumbuhan ini untuk `memperlancar persalinan`. Akan tetapi takaran dosis tidak dapat dipastikan, dengan demikian batas aman pun sulit ditetapkan. Bila suatu zat bisa menimbulkan kontraksi, maka dalam kadar rendah bisa `memperlancar persalinan`. Namun pada kadar yang tinggi ada bahaya yang mengintai, yaitu dapat menimbulkan kontraksi yang berlebihan atau over (istilah medisnya: hiperstimulasi). Kondisi inilah yang sangat berbahaya karena bisa menyebabkan janin tidak sanggup hingga bisa meninggal, atau bahkan rahim yang tidak sanggup hingga bisa robek dan mengakibatkan meninggalnya ibu dan janin.

Oleh karena itu, saya selalu himbau untuk semua pasien, keluarga pasien, kenalan, relasi, tetangga dll agar menyebarluaskan bahaya si cantik Fatimah ini. Jangan sekali-kali mengkonsumsi rumput Fatimah ini saat janin masih didalam perut, namun bila bayi sudah lahir, silakan saja mau minum seberapa banyak anda mau tidak akan ada masalah.

Mohon disebarluaskan informasi ini, saya dan anda semua mempunyai tanggung jawab untuk menyampaikan informasi ini kepada siapa pun karena informasi ini bisa `menyelamatkan` nyawa seseorang.

Semoga informasi tersebut bermanfaat dan dapat diambil nilai positifnya .



Saya akan menceritakan salah satu kejadian yang pernah saya alami. Saat itu saya sedang berdinas di RSUD Banyumas, di Jawa Tengah. Sebagai gambaran, RSUD Banyumas kala itu merupakan rumah sakit negeri yang cukup diminati pasien dengan kebersihan setara hotel berbintang.

Saya menerima pasien yang datang dengan kehamilan pertama, umur kehamilan 9 bulan dan sudah mulai masuk persalinan dengan kontraksi rahim yang teratur dan pembukaan 2 cm kira-kira jam 7-8 pagi. Hasil perekaman jantung janin menunjukkan bahwa janin dalam kondisi baik dan sanggup menjalani persalinan. Berhubung pembukaan masih kecil, maka pasien diistirahatkan di kamar sambil menunggu pembukaan bertambah. 

Waktu itu saya full day tinggal di rumah sakit 24-7 alias 24 jam dan 7 hari. Saat saya sedang istirahat sore jam 7an malam, tiba-tiba saya dikejutkan berita dari bidan jaga yang menginformasikan bahwa pasien tersebut kesakitan dan saat dilakukan perekaman jantung ternyata denyut jantung sudah tiada alias janin sudah meninggal. Suami pasien dan keluarga pasien marah-marah dan menyalahkan saya dan penanganan yang diberikan. 

Saat saya lakukan pemeriksaan, saya menemukan kondisi yang tidak wajar. Pembukaan masih 2-3 cm dengan kontraksi yang sangat kuat yang layaknya kontraksi pada pembukaan 8-9 cm. Saya merasa pasti ada yang tidak beres, saat saya tanyakan ke keluarganya, apakah ada diberikan `sesuatu` awalnya mereka tidak mengakui. Saya minta bidan saya memeriksa ke kamar pasien apakah ada yang mencurigakan sambil saya terus menguimpulkan informasi dari keluarga pasien. Mereka masih berusaha menyalahkan penanganan rumah sakit atas meninggalnya janin tersebut. Namun akhirnya bidan jaga menemukan adanya rendaman `rumput` dan gelas di kamar pasien, dan barulah keluarga pasien tersebut mengakui.

Ternyata pasien sudah diberikan minuman rendaman rumput fatimah saat di kamar rawatan, dan ini diluar pengetahuan dokter. Seperti kita ketahui bahwa `rumput fatimah` (Labisa pumila) berasal dari Timur Tengah dan mempunyai sebutan lain seperti Kaf Mariyam (bahasa arab) yang berarti `telapak tangan mariyam`, dan beberapa orang barat menyebutnya sebagai Mawar Jericho. Tanaman ini mempunyai efek uterotonik alias bisa menyebabkan kontraksi rahim. 

Kontraksi rahim yang ditimbulkannya bisa menyebabkan persalinan, oleh karena itu beberapa orang menggunakan tumbuhan ini untuk `memperlancar persalinan`. Akan tetapi takaran dosis tidak dapat dipastikan, dengan demikian batas aman pun sulit ditetapkan. Bila suatu zat bisa menimbulkan kontraksi, maka dalam kadar rendah bisa `memperlancar persalinan`. Namun pada kadar yang tinggi ada bahaya yang mengintai, yaitu dapat menimbulkan kontraksi yang berlebihan atau over (istilah medisnya: hiperstimulasi). Kondisi inilah yang sangat berbahaya karena bisa menyebabkan janin tidak sanggup hingga bisa meninggal, atau bahkan rahim yang tidak sanggup hingga bisa robek dan mengakibatkan meninggalnya ibu dan janin. 

Oleh karena itu, saya selalu himbau untuk semua pasien, keluarga pasien, kenalan, relasi, tetangga dll agar menyebarluaskan bahaya si cantik Fatimah ini. Jangan sekali-kali mengkonsumsi rumput Fatimah ini saat janin masih didalam perut, namun bila bayi sudah lahir, silakan saja mau minum seberapa banyak anda mau tidak akan ada masalah.

Mohon disebarluaskan informasi ini, saya dan anda semua mempunyai tanggung jawab untuk menyampaikan informasi ini kepada siapa pun karena informasi ini bisa `menyelamatkan` nyawa seseorang

Rabu, 16 Oktober 2013

Gula Ternyata Bisa Jadi Obat Alami Untuk Sembuhkan Luka!

Terkena benda tajam atau luka menganga pada bagiam tubuh biasanya diobati dengan berbagai salep luka agar cepat tertutup dan mengering. Luka yang belum kering ini harus segera diobati agar terhindar dari bakteri yang dapat menyebabkan infeksi. Selain menggunakan salep atau berbagai obat luka lainnya ternyata ada cara alami untuk menyembuhkan luka.
Seperti dilansir dari Our Vanity,  gula ternyata tak hanya dimanfaatkan sebagai bahan bahan pemanis makanan atau minuman. Bahan satu ini juga bisa menjadi bahan alami untuk menyembuhkan luka. Hal ini dibuktikan oleh seorang dokter bernama Moses Murandu yang melakukan penelitian selama enam bulan terhadap 21 pasien di Selly Oak Hospital, Birmingham.
Ia mengobati luka para pasien dengan menggunakan gula, caranya dengan menaruh gula diatas luka yang belum kering tersebut. Dalam hasil penelitian tersebut terbukti bahwa menuangka bakteri pada luka dapat membunuh bakteri dan mencegah pertumbuhan bakteri didalamnya. Sehingga meletakkan gula diatas luka membuatnya cepat kering.
Moses mengatakan hal ini terjadi karena bakteri hidup dari air lengket pada luka. Sementara gula bekerja menyerap air dari luka maupun borok. Sehingga bakteri tidak dapat berkembang, dan menyebabkan luka cepat mengering. Berbeda dengan garam, gula tidak memberikan rasa perih pada luka. Sehingga cara ini mudah diterapkan.
Dosen dari fakultas kedokteran, University of Wolverhampton ini juga menambahkan bahwa cara ini juga di terapkan oleh ayahnya saat yang tinggal di daerah Afrika dengan menaruh irisan tebu pada luka.
Nah, itulah salah satu cara alami untuk menyembuhkan luka yang belum kering yang bisa kamu terapkan dirumah.

Selasa, 30 Juli 2013

Ini alasan tak boleh minum saat sedang makan

Ini alasan tak boleh minum saat sedang makan
Meneguk air saat tengah makan tampaknya tak berbahaya, justru terasa membantu ketika ada makanan yang tersendat di tenggorokan. Namun tahukan Anda bahwa minum air saat tengah makan bisa berakibat buruk bagi pencernaan dan kesehatan?
Konselor makrobiotik Shonali Sabherwal menjelaskan bahwa minum saat sedang makan bisa menghambat pencernaan dan meningkatkan tingkat insulin dengan cepat. Hal ini tentunya bisa berbahaya, terutama jika Anda adalah penderita diabetes atau memiliki penyakit pencernaan.
"Sebagian orang tak tahu betapa salahnya praktik ini dan apa yang bisa diakibatkannya pada pencernaan mereka. Ketika tubuh mulai menerima makanan, sistem pencernaan melepaskan cairan pencernaan. Jika Anda minum air di saat yang sama, Anda akan menipiskan cairan pencernaan dan menghambat kinerjanya," ungkap Sabherwal, seperti dilansir oleh Times of India (29/07).
Penelitian menunjukkan bahwa minum sedikit air saat makan mungkin tak menjadi masalah, namun minum segelas atau dua gelas air bisa menghambat pencernaan. Lebih baik minum air dua jam sebelum atau setelah makan. Ini akan membantu proses pencernaan dan tubuh dalam menyerap nutrisi makanan.
Air yang masuk saat makan akan diserap oleh dinding lambung. Hal ini terus dilakukan hingga air habis. Setelah itu, sistem pencernaan kembali mengeluarkan cairan untuk mencerna makanan, namun lebih tipis sehingga akan menghambat pencernaan.
Selain itu, hal tersebut juga bisa menyebabkan asam meningkat dan rasa mulas. Tak hanya itu, minum air saat makan juga meningkatkan kadar insulin dalam darah dan membuat tubuh lebih cepat menimbun lemak.
Untuk mencegah minum air saat makan, Shaberwal menyarankan agar Anda tidak memakan makanan yang terlalu asin. Makanan asin akan membuat Anda lebih cepat haus dan ingin minum air. Selain itu, jangan makan dengan tergesa-gesa agar makanan tak tersangkut di tenggorokan. Selain itu, lebih banyaklah mengunyah. Ini akan membuat pekerjaan lambung lebih mudah saat mencerna makanan.
sumber:merdeka.com

Jumat, 26 Oktober 2012

Semua tentang POLIP HIDUNG


Polip hidung: Penyebab, gejala, pengobatan dan proses terjadinya

POLIP HIDUNG

Apa itu polip hidung???
  • Polip hidung adalah massa patologis yang lunak, licin dan berwarna putih keabu-abuan, mengkilat, lunak karena banyak mengandung cairan (polip edematosa) yang ditemukan pada selaput lendir rongga hidung dan sinus paranasal. Umumnya terjadi akibat reaksi radang yang berkepanjangan tanpa disertai rasa nyeri. Polip adalah tumor jinak yang harus diwaspadai karena bisa berkembang menjadi ganas (kanker).
  • Polip yang nampak seperti daging tumbuh seperti tumor non kanker pada rongga hidung ini jika sudah lama dapat berubah menjadi kekuning – kuningan atau kemerah – merahan, suram dan lebih kenyal (polip fibrosa). Polip nasi bukan merupakan penyakit tersendiri tetapi merupakan manifestasi klinik dari berbagai macam penyakit dan sering dihubungkan dengan sinusitis, rhinitis alergi, fibrosis kistik dan asma.
 
 
  • Dilihat dari bentuknya, polip dibagi menjadi 3, yaitu bertangkai, tidak bertangkai dan campuran. Ukuran polip berkisar antara 1-2 cm. Polip dengan ukuran lebih dari 2 cm dianggap berbahaya karena dapat terjadi displasia, yaitu perubahan ke arah ganas secara histologis

    Sinonim Polip nasi atau polip hidung
    • Sinonim dan kata yang berhubungan: Nasal polyps, nasal polyposis, nasal mucosa, paranasal sinuses, nasal lesion, chronic sinusitis, allergic rhinitis, cystic fibrosis, CF, allergic fungal sinusitis, AFS, antral-choanal polyp, encephaloceles, gliomas, hemangiomas, papillomas, juvenile nasopharyngeal angiofibromas, rhabdomyosarcoma, lymphoma, neuroblastoma, sarcoma, chordoma, nasopharyngeal carcinoma, inverting papilloma, multiple nasal polyposis, asthma, chronic rhinosinusitis, primary ciliary dyskinesia, Churg-Strauss syndrome, Young syndrome, nonallergic rhinitis with eosinophilia syndrome, NARES, nasal obstruction, anosmia, snoring, postnasal drainage, rhinorrhea, hyposmia, proptosis, hypertelorism, diplopia, nasolacrimal duct cyst

    Apa penyebab dan faktor predisposisi polip hidung??
    • Penyebab
      • Polip hidung dengan gambaran klinis seperti daging yang tumbuh pada rongga hidung yang merupakan pertumbuhan dari selaput lendir yang bersifat jinak ini hingga kini, penyebab pastinya saat ini belum diketahui. 
      • Walaupun penyebabnya tidak di ketahui, namun diperkirakan bahwa polip hidung terjadi sebagai akibat dari inflamasi atau peradangan kronik berulang  sehingga menimbulkan pembengkakan pada lapisan  selaput lendir rongga hidung dan sinus. Pembengkakan lapisan permukaan mukosa hidung atau sinus akibat inflamasi ini akan menyebabkan terbentuknya cairan dalam sel-sel selaput lendir rongga hidung dan sinus. Seiring dengan waku, akan menyebabkan pembengkakan lapisan permukaan mukosa hidung atau sinus, yang kemudian menonjol dan turun ke dalam rongga hidung oleh gaya berat. Polip banyak mengandung cairan interseluler dan sel radang (neutrofil dan eosinofil) dan tidak mempunyai ujung saraf atau pembuluh darah
    • Faktor- faktor predisposisi
      • Setiap kondisi yang memicu peradangan kronis di saluran hidung atau sinus, seperti infeksi atau alergi, dapat meningkatkan resiko terkena polip hidung. 
      • Kondisi sering dikaitkan dengan faktor resiko terbentuknya polip hidung antara lain:
        • Asma 
          • Asma merupakan penyakit yang menyebabkan peradangan saluran napas secara keseluruhan dan penyempitan
          • Asma yang dimulai pada saat usia dewasa , dimana sekitar 20-40% orang dengan polip hidung juga memiliki asma.
        • Rhinitis alergi
          • Rhinitis alergi adalah pilek yang disebabkan oleh reaksi alergi dimana merupakan penyakit inflamasi yang disebabkan oleh reaksi alergi pada pasien atopi yang sebelumnya telah tersensitasi dengan alergen yang sama.
          • Tanda dan gejala rinitis alergi sangat beragam mulai dari hidung, mata bahkan sampai ke telinga dan tenggorokan. Gejala dan tanda pada hidung seperti hidung mengeluarkan air/ingus (rinore), hidung tersumbat, bersin-bersin, gatal pada hidung, berkurangnya indera penciuman, Gejala dan tanda pada mata seperti gatal pada mata, mata kemerahan, bengkak dan berwarna biru kegelapan pada kulit di bawah mata yang disebut dengan istilah allergic shiners. Gejala dan tanda pada telinga dan tenggorokan seperti nyeri tenggorokan, suara serak, gatal pada tenggorokan atau telinga dan bengkak pada telinga
        • Cystic fibrosis 
          • Cystic fibrosis merupakan suatu kelainan genetik yang diturunkan secara autosomal resesif yang menyebabkan produksi dan sekresi dari mukus dan lendir yang abnormal, lengket, cair dan tebal dari membran mukosa hidung dan sinus.
          • Produksi mukus yang abnormal ini akan menyebabkan mudahnya terjadinya infeksi oleh bakteri sehingga dapat menimbulkan peradangan atau inflamasi.
          • Penyakit ini bersifat resesif, sehingga apabila kedua orang tua merupakan carier (pembawa) gen penyakit ini, maka satu dari empat anak mereka kemungkinan dapat menderita cystic fibrosis.
          • Sekitar 25% orang dengan cystic fibrosis kemungkinan menderita polip hidung.
        • Rhinosinusitis Kronis 
          • Rhinosinusitis Kronis merupakan suatu proses peradangan yang melibatkan satu atau lebih sinus paranasal yang biasanya terjadi setelah reaksi alergi atau infeksi virus pernapasan atas. Dalam beberapa kasus, rhinosinusitis dapat terjadi karena adanya peningkatan produksi bakteri pada permukaan rongga sinus.
          • Gejala penyakit ini dapat berupa rasa sakit pada wajah terutama apabila di tekan, demam, sakit kepala, mulut berbau, batuk, sakit tenggorokan dan dapat komplikasi ke telinga sehingga dirasakan nyeri dan penuh pada telinga.
        • Adanya respon alergi, misalnya alergi terhadap obat aspirin atau penghilang nyeri seperti ibuprofen (Advil, Motrin, lainnya) dan naproxen (Aleve).
        • Churg-Strauss syndrome yaitu suatu kondisi langka yang menyebabkan peradangan pada pembuluh darah
        • Sumbatan hidung oleh kelainan anatomi seperti deviasi septum dan hipertrofi konka juga dicurigai sebagai salah satu faktor yang mempermudah terjadinya polip nasi atau polip hidung.
        • Rhinitis Nonallergic dengan sindrom eosinofilia (NARES) – polip nasal ditemukan 20% pada pasien dengan NARES 
        • Riwayat polip pada keluarga juga mungkin memainkan peran. Ada beberapa bukti bahwa variasi genetik tertentu yang berkaitan dengan fungsi sistem kekebalan tubuh sehingga memungkinkan terjadinya polip yang diwariskan dala keluarga.
        • Sindrom Young
          • Sindrom Young yang juga dikenal sebagai infeksi sinopulmonary Azoospermia, Sindrom Sinusitis-infertilitas dan Sindrom Barry-Perkins-Young adalah suatu kondisi langka yang mencakup kombinasi dari sindrom seperti bronkiektasis , rinosinusitis dan mengurangi kesuburan atau infertilitas.
        • Intoleranansi alkohol –ditemukan 50% pasien dengan polip hidung
        • Diskinesia cilia primer
          • Diskinesia cilia primer merupakan kelainan genetik langka yang diturunkan secara autosomal resesif, dimana pada kelainan ini dijumpai ketidaknormalan fungsi silia sehingga timbul penumpukan lendir yang berlebih yang dapat mempermudah terjadinya infeksi oleh bakteri sehingga terjadi reaksi peradangan atau inflamasi.

    Siapa saja yang rentan terkena polip???
    • Di Amerika Serikat: Insiden polip hidung keseluruhan pada anak-anak adalah 0.1%; insiden pada anak-anak dengan Cystik Fibrosis adalah 6-48%. Pada orang dewasa, insidennya secara keseluruhan adalah 1-4%, dengan range 0.2-28%. Secara Internasional: insiden polip hidung di seluruh dunia adalah sama dengan insiden polip hidung di Amerika Serikat. 
    • Polip hidung menyerang orang dewasa dan anak-anak, pada orang dewasa biasanya polip dijumpai pada usia lebih dari 20 tahun dan terbanyak pada usia 40 tahun. Sedangkan pada anak-anak polip jarang terjadi, bila ada polip pada anak dibawah dua tahun maka harus disingkirkan kemungkinan meningokel atau meningoensefalokel. Seorang anak dengan polip hidung juga harus diperiksa untuk cystic fibrosis,  karena cystic fibrosis merupakan faktor risiko untuk terjadinya polip hidung pada anak (Sekitar 1 dari 2 orang dengan cystic fibrosis memiliki polip hidung.)
    • Mortality/Morbidity: Tidak ada angka Mortalitas yang signifikan yang berhubungan dengan polip hidung. Angka Morbiditas biasanya dihubungkan dengan perubahan kualitas hidup, obstruksi hidung, anosmia, sinusitis kronis, sakit kepala, mendengkur, dan drainase postnasal. Pada situasi tertentu, polip hidung dapat mempengaruhi susunan rangka craniofacial, karena polip hidung dapat meluas ke intracranial dan menuju daerah orbita.  
    • Ras: Polip hidung dapat terjadi pada semua ras dan kelas sosial. Ada kemungkinan polip hidung diwariskan pada keluarga yang memiliki riwayat polip nasi. 
    • Jenis Kelamin: Rasio laki- laki- perempuan dewasa adalah 2-4:1, sedangkan perbandingan pada anak-anak belum ada laporannya. Tinjauan ulang artikel melaporkan kejadian polip hidung pada anak-anak yang memerlukan pembedahan menunjukkan bahwa insidennya sama pada anak laki-laki dan anak perempuan. Prevalensi yang sama juga dilaporkan pada pasien dengan asma. 

    Dimana saja polip hidung itu??
    • Polip Nasi atau biasa disebut Polip Hidung adalah kelainan mukosa hidung dan sinus paranasal terutama pada kompleks osteomeatal (KOM) di meatus nasi medius, dimana polip banyak mengandung cairan interseluler dan sel radang (neutrofil dan eosinofil) dan tidak mempunyai ujung saraf atau pembuluh darah.
    • Tumbuhnya polip terutama di bagian-bagian sempit di bagian atas hidung, di bagian lateral konka media, dan sekitar muara sinus maksila dan sinus etmoid. Di tempat inilah mukosa hidung saling berdekatan kebanyakan berasal dari mukosa sinus etmoid, biasanya multipel dan dapat bilateral. Polip yang berasal dari sinus maksila (antrum) yang merupakan polip hidung yang paling sering dan polip dari sinus maksila ini sering tunggal dan tumbuh ke arah belakang keluar melalui ostium sinus maksilla, dan masuk ke ronga hidung dan membesar di koana dan nasopharing. Polip ini disebut polip koana
    • Polip yang multipel dapat timbul pada anak-anak dengan sinusitis kronik, rhinitis alergi,fibrosis kistik atau sinuisitis jamur alergi. Polip sangat bervariasi pada setiap individu, polip dapat berupa polip antro-koanal, polip jinak yang besar ataupun polip multipel yang dapat merupakan lesi jinak atau merupakan suatu keganasan seperti: glioma, hemangioma,papiloma, limfoma, neuroblastoma, sarcoma, karsinoma nasofaring dan papiloma inverted. Kita harus mewaspadai setiap anak dengan polip jinak yang multipel yang dihubungkan dengan fibrosis kistik dan asma.

    Apa saja gejala yang dapat dirasakan jika ada polip pada hidung??
    • Gejala utama yang ditimbulkan oleh polip hidung adalah rasa sumbatan di hidung. Sumbatan ini tidak hilang timbul dan makin lama semakin berat keluhannya. 
    • Pada sumbatan yang hebat dapat menyebabkan gejala hiposmia yaitu berkurangnya kemampuan untuk mencium bau atau anosmia yaitu tidak mampu sama sekali mencium bau.
    • Polip hidung juga bisa menyebabkan penyumbatan pada drainase lendir dari sinus ke hidung (menyumbat sinus paranasal). Penyumbatan ini menyebabkan tertimbunnya lendir di dalam sinus. Lendir yang terlalu lama berada di dalam sinus bisa mengalami infeksi dan akhirnya terjadi sinusitis dengan keluhan rinore, sakit kepala dan nyeri pada muka biasanya pada daerah periorbita dan sinus maksila.
    • Sering juga ada keluhan pilek lama yang tidak sembuh-sembuh, perubahan pengecapan, sengau, sakit kepala dan dijumpai lendir yang menetes dari bagian belakang hidung ke tenggorokan, yang dikenal sebagai post-nasal drip
    • Bila penyebabnya adalah alergi, maka gejala yang utama ialah bersin dan iritasi di hidung.
    • Manifestasi polip nasi tergantung pada ukuran polip. Polip yang kecil mungkin tidak menimbulkan gejala dan mungkin teridentifikasi sewaktu pemeriksaan rutin. Pasien polip dengan sumbatan total rongga hidung atau polip tunggal yang besar memperlihatkan gejala sleep apnea obstruktif dan pernafasan lewat mulut yang kronik.
    • Pasien dengan polip soliter (hanya satu massa) seringkali hanya memperlihatkan gejala obstruktif  hidung yang dapat berubah dengan perubahan posisi. 
    • Walaupun satu atau lebih polip yang muncul, pasien mungkin memperlihatkan gejala akut, rekuren, atau rinosinusitis bila polip menyumbat

    Bagaimana patofisiologi atau proses terjadinya polip nasi??
    • Patogenesis polip hidung belum diketahui secara pasti. Terjadinya polip dihubungkan dengan adanya inflamasi kronis, kelainan sistem saraf otonom, dan predisposisi genetik. Teori-teori yang ada, pada umumnya beranggapan bahwa polip hidung merupakan hasil akhir inflamasi kronis. Oleh karena itu, kondisi-kondisi dengan inflamasi kronis dalam rongga hidung dapat memicu terjadinya polip hidung.
    • Penelitian-penelitian pada umumnya menyatakan bahwa polip sangat berhubungan erat pada penyakit non-alergi dibandingkan penyakit alergi. Secara statistik, polip hidung lebih sering ditemukan pada penderita asma non-alergi (13%) dibandingkan dengan asma alergi (5%), dan hanya 05% dari 3000 individu atopic yang mempunyai polip hidung. 
    • Beberapa teori telah didalilkan untuk menjelaskan patogenesis polip hidung , meskipun tidak semuanya sesuai dengan fakta yang telah diketahui. Beberapa peneliti percaya bahwa polip merupakan suatu exvaginasi dari mukosa normal sinus atau hidung yang terisi dengan stroma edematous; sebagian mempercayai bahwa polip merupakan kesatuan terpisah yang berasal dari mukosa. 
    • Berdasar tinjauan ulang literatur dan studi bioelectric pada polip, Bernstein meyakinkan teori patogenesis polip hidung, berdasarkan teori lain dan informasi Tos. Dalam teori Bernstein, dijelaskan bahwa perubahan inflamasi pertama-tama terjadi pada dinding sinus lateral atau mukosa sinus sebagai hasil interaksi host bakteri - virus yang menghasilkan turbulent airflow secara sekunder. Pada banyak kasus, polip berasal dari kontak area pada meatus media, terutama pada cleft sempit pada regio ethmoid anterior yang menghasilkan turbulent airflow, terutama bila terjadi penyempitan akibat peradangan mukosa. Ulserasi atau prolaps submukosa dapat terjadi dengan disertai reepithelialisasi serta pembentukan kelenjar baru. Selama proses ini berlangsung, dapat terbentuk polip dari mukosa karena adanya proses radang sel epitelium, sel endotelium vaskuler, dan fibroblas yang dapat mempengaruhi integritas bioelectric sodium channel pada lumen sel epitel saluran pernapasan mukosa hidung. Respon ini meningkatkan penyerapan sodium, menyebabkan retensi air dan terjadinya pembentukan polip .
    • Teori lain menyatakan bahwa ada keterlibatan dari ketidak-seimbangan vasomotor atau ruptur epithelial. Teori ketidak-seimbangan vasomotor mendalilkan peningkatan pemeabilitas vaskuler dan regulasi vaskuler yang lemah dapat menyebabkan detoksifikasi produk sel mast (misalnya, histamin). Hasil akhir produk-produk dalam stroma polip yang ditandai dengan edema (terutama pada pedicle polip) diperburuk dengan adanya obstruksi aliran vena. Teori ini berdasarkan pada cell-poor stroma polip, yang mempunyai vascularisasi kurang baik dan inervasi vasokonstriktor yang kurang. 
    • Menurut Buku Ajar Ilmu Kesehatan THT Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, polip hidung diawali dengan ditemukannya edema mukosa yang kebanyakan terjadi di daerah meatus medius. Kemudian stroma akan terisi oleh cairan interseluler sehingga mukosa yang sembab menjadi polipoid. Bila proses terus berlanjut, mukosa yang sembab semakin membesar dan kemudian turun ke dalam rongga hidung sambil membentuk tangkai, sehingga terjadilah polip. Polip dapat timbul pada hidung yang tidak terinfeksi kemudian menyebabkan sumbatan yang mengakibatkan sinusitis, tetapi polip dapat juga timbul akibat iritasi kronis yang disebabkan oleh infeksi hidung dan sinus.  
    • Teori ruptur Epithel lain menyatakan bahwa ruptur epitelium mukosa nasal dapat disebabkan oleh adanya peningkatan turgor jaringan pada penyakit (misalnya, alergi, infeksi). Ruptur ini dapat menyebabkan prolaps mukosa lamina propria, sehingga membentuk polip. Defek tersebut mungkin diperbesar dengan efek gravitasi atau obstruksi aliran vena, sehingga dapat menyebabkan polip. Teori ini mirip dengan teori Bernstein's tetapi memberikan penjelasan yang lebih sedikit tentang bagaiman terjadinya pembesaran polip dibandingkan dengan teori sodium flux yang didukung dengan data Bernstein. Sebenarnya Tidak ada teori yang sepenuhnya menggambarkan penyebab radang.
    • Pasien dengan Cystis Fibrotik mempunyai defek pada chloride conductance channel kecil, yang diregulasi oleh cyclic adenosine monophosphate (cAMP), yang dapat menyebabkan transport klorida yang abnormal ke membran sel apikal pada sel epitelium. Patogenesis polip hidung pada pasien dengan cystis fibrotik mungkin dapat dihubungkan dengan adanya defek ini. 

    Bagaimana gambaran makroskopis dan mkroskopis histopatologi polip hidung??

    Gambaran makroskopis polip hidung
    • Secara makroskopik polip merupakan massa dengan permukaan licin, berbentuk bulat atau lonjong, berwarna pucat keabu-abuan, lobular, dapat tunggal atau multipel dan tidak sensitif (bila ditekan atau ditusuk tidak terasa sakit). 
    • Warna polip yang pucat tersebut disebabkan oleh sedikitnya aliran darah ke polip. Bila terjadi iritasi kronis atau proses peradangan warna polip dapat berubah menjadi kemerah-merahan dan polip yang sudah menahun warnanya dapat menjadi kekuning-kuningan karena banyak mengandung jaringan ikat. 
    • Tempat asal tumbuhnya polip terutama dari tempat yang sempit di bagian atas hidung, di bagian lateral konka media dan sekitar muara sinus maksila dan sinus etmoid. Di tempat-tempat ini mukosa hidung saling berdekatan. Bila ada fasilitas pemeriksaan dengan endoskop, mungkin tempat asal tangkai polip dapat dilihat. Dari penelitian Stammberger didapati 80% polip nasi berasal dari celah antara prosesus unsinatus, konka media dan infundibulum.
     
    Polip pada kedua rongga hidung
     
    Tempat tumbuhnya Polip
     
    NASAL POLYPS FROM TWO DIFFERENT PEOPLE
     
    NASAL POLYPS FROM TWO DIFFERENT PEOPLE

    Gambaran mikroskopis histopatologik polip hidung
    • Secara mikroskopik epitel polip serupa dengan mukosa hidung normal yaitu epitel bertingkat semu bersilia dengan submukosa yang sembab, membran tipis epitel dasar, dan beberapa ujung saraf, Stroma polip hidung bersifat edematosus. 
    • Sel-selnya terdiri dari limfosit, sel plasma, eosinofil, neutrofil dan makrofag, mukosa mengandung sel-sel goblet. Vascularisasinya dan persarafannya buruk, kecuali pada dasar polip. Hiperplasia kelenjar dapat menyebabkan dilatasi kistik dan degenerasi kelenjar yang terdiri dari inspissated mucous. 
    • Polip yang sudah lama dapat mengalami metaplasia sel epitel karena sering terkena aliran udara, menjadi epitel transisional, kubik atau gepeng berlapis tanpa keratinisasi.
    • Sel Eosinofil merupakan sel yang paling sering ditemukan yaitu sekitar 80-90% pada inflamasi polip hidung. Eosinofil, yang ditemukan dalam polip hidung pada pasien dengan asma bronkial dan alergi, terdiri dari granula dan produk toksin (misalnya, leukotriena, eosinofilic cationic protein, major basofilic protein, platelet-activating factor, eosinophilic peroxidases, other vasoactive substances dan chemotactic factors). Faktor-faktor toksin ini bertanggung jawab atas terjadinya lisis epitel, kerusakan saraf, dan ciliostasis. Granula Protein spesifik, leukotriena A4, dan platelet-activating factor mungkin bertanggung jawab atas terjadinya edema mukosa dan hyperresponsiveness
    • Eosinofil dalam darah perifer dan di dalam mukosa normal hidung biasanya bertahan 3 hari. Pada kultur sel polip hidung, eosinofil dapat bertahan selama 12 hari. Delayed apoptosis dari eosinofil dimediasi dengan blokade Fas receptors, dibantu oleh enzim protease yang memulai proses kematian sel. Delayed apoptosis juga dimediasi dengan peningkatan interleukin 5 (IL-5), IL-3, dan granulocyte-macrophage colony-stimulating factor (GM-CSF) yang di sekresi oleh limfosit T, yang membantu eosinophil bertahan dari kematian. 
    • Sel inflamasi neutrofil ditemukan 7% dari kasus polip hidung. Terjadinya polip jenis ini berhubungan dengan Cystik Fibrotik, primary ciliary dyskinesia syndrome, atau Young Sindrom. Polip ini tidak berespon terhadap kortikosteroid akibat kekurangan kortikosteroid corticosteroid-sensitive eosinophils. Ditemukan degranulasi sel mast. Terjadinya degranulasi mungkin dimediasi oleh suatu non-imunoglobulin E (IgE)-mediated. Peningkatan jumlah sel plasma, limfosit, dan myofibroblasts juga ditemukan.

    Mediator kimia pada polip
    • Stroma polip hidung mempunyai banyak mediator, termasuk cytokines, growth factors, adhesion molecules, dan immunoglobulins; polip hidung juga berisi vasoactive amines, serotonin, prostaglandins, leukotrienes, norepinephrine, kinins, esterases, heparin, dan histamine. Jumlah histamin dalam polip hidung adalah 100-1000 kali jumlah yang ditemukan dalam aliran darah. 
      • Sitokin pada polip :
        • Interleukin 1 ( IL-1) - Ditemukan secara teratur
        • IL-3 - Bervariasi, berdasar studi, kemunculannya mulai dari bersifat intermiten pada tingkat rendah sampai dengan muncul secara teratur
        • IL-4 - tidak terdeteksi secara konsisten
        • IL-5 - Ditemukan secara teratur; IL-5 merupakan faktor penting bagi proliferasi dan diferensiasi eosinofil. IL-5 adalah kemotaktik eosinofil, mempromosikan migrasi eosinofil dari sirkulasi sistemik ke polip hidung, dan menghalangi kematian sel eosinofil.
        • IL-6 - Sama seperti kontrol (tidak ada peningkatan)
        • IL-8 - Bervariasi, berdasar pada studi, dari tidak terdeteksi sampai dengan terdeteksi secara teratur; dapat menyebabkan perekrutan leukosit ke dalam polip hidung dan mengurangi proliferasi fibroblastik. 
        • IL-10 - Sama seperti kontrol; tidak ada peningkatan RANTES, bervariasi, berdasar studi, dari terdeteksi secara regular seperti kontrol untuk meningkatkan level gamma interferon; peningkatan eosinofil, peningkatan kelenjar seromucous, dan epitel polip hidung
      • Growth factor ditemukan dalam polip hidung.
        • Tumor necrosis factor (TNF) alpha dan beta -Bervariasi, berdasar studi, dari sama seperti kontrol sampai dengan terdeteksi secara teratur; dipercaya berasal dari eosinofil. 
        • GM-CSF - jumlah mRNA dan protein bervariasi, berdasarkan studi, dari tidak pernah hingga secara intermiten. 
        • Platelet derived growth factor - ada
        • Vascular permeable factors (VPFs) - ada
        • Vascular endothelial growth factors (VEGFs) -ada
        • Insulinlike growth factor I - ada
        • Stem cell factor - ada
      • Molekul adhesi 
        • Vascular adhesion molecule 1 (VCAM-1) - ada
        • E dan P selectin - ada
      • Imunoglobulin (Ig) 
        • IgG -Tidak ada peningkatan; level sama seperti pada turbinasi mukosa media dan mukosa inferior
        • IgA – Lebih pada polip hidung dibandingkan pada mukosa pertengahan dan mukosa turbinasi inferior, terutama IgA1 (di) atas IgA2
        • IgM -Tidak ada peningkatan, sama seperti pada turbinasi mukosa media dan mukosa inferior
        • LgD -Tidak ada peningkatan, sama seperti pada turbinasi mukosa media dan mukosa inferior
        • IgE –meningkat, dibandingkan sama seperti pada turbinasi mukosa media dan mukosa inferior, level yang sama pada pasien non-alergi seperti di pasien dengan alergi

    Bagaimana cara diagnosa polip nasi???

    Anamnesa:
    • Manifestasi polip hidung tergantung dari ukurannya. Polip yang ukurannya kecil mungkin tidak menimbulkan gejala-gejala dan hanya bisa diidentifikasi selama pemeriksaan fisik. Polip letaknya posterior sering tidak terlihat pada rhinoscopy anterior dengan menggunakan otoskop, kecuali jika ditemukan adanya gejala simtomatik. Polip kecil yang terletak pada area di mana polip biasanya muncul (misalnya meatus media) mungkin menunjukkan gejala-gejala disertai blokade saluran outflow sinus, dapat juga menyebabkan gejala-gejala sinusitis kronik atau rekuren. 
    • Pada Polip hidung yang lebih besar, menyebabkan gejala klinik seperti hidung terasa tersumbat dari yang ringan sampai berat, sehingga sukar bernafas dari hidung, sukar membuang ingus, hiposmia atau anosmia. Mungkin disertai bersin-bersin, rasa nyeri pada hidung disertai sakit kepala di daerah frontal. Gejala sekunder yang dapat timbul bila sudah disertai kelainan organ di dekatnya ialah sakit kepala, adanya post nasal drip, nyeri muka, telinga rasa penuh, bernafas melalui mulut, suara sengau, halitosis, rhinorrhea, mendengkur dan gangguan tidur yang dapat berakibat pada penurunan kualitas hidup.
    • Adanya hyposmia atau anosmia yang menyertai gejala sinusitis kronis dapat menjadi petunjuk adanya polip hidung. Epistaksis yang timbul bukan dari iritasi septum nasal anterior (area Kiesselbach) biasanya tidak disertai polip multipel benigna dan lesi pada kavitas nasal. 
    • Polip masif atau polip single yang besar, (misalnya, polip antral-choanal yang mengobstruksi rongga hidung dan/atau nasofaring) dapat menyebabkan gejala obstruksi saat tidur dan pernafasan kronis mulut. Polip masif yang terlihat pada CF dan AFS jarang mempengaruhi struktur craniofacial dan menyebabkan proptosis, hypertelorism, dan diplopia. Dalam suatu artikel, dilaporkan bahwa 40% dari anak-anak dengan AFS menunjukkan adanya kelainan craniofacial, sedangkan pada orang dewasa dengan AFS adalah 10%. Polip masif jarang memberi tekanan ekstrinsik yang cukup pada saraf optik sehingga berakibat kurangnya ketajaman penglihatan. Karena pertumbuhan polip masif pelan, maka biasanya tidak ditemukan adanya gejala neurologik, sekalipun pada polip yang telah meluas ke rongga intracranial. 
    Pemeriksaan fisik :
    • Pada inspeksi hidung luar dapat ditemukan adanya hidung yang tampak mekar oleh karena pelebaran batang hidung yang disebabkan oleh adanya polip hidung yang masif.
    Pemeriksaan Rinoskopi anterior .
    • Rinoskopi anterior mudah melihat polip yang sudah masuk ke dalam rongga hidung. Dengan pemeriksaan rhinoskopi anterior biasanya polip sudah dapat dilihat, polip yang masif seringkali menciptakan kelainan pada hidung bagian luar.
    • Dilakukan Pemeriksaan Rhinoscopy Anterior. Pada anak kecil, umumnya digunakan handheld otoskop dan speculum otologic. Otoskop ditempatkan pada rongga hidung sehingga terlihat turbinasi inferior septum anterior, dan area dalam rongga hidung septum bagian tengah.
    • Meatus media sering kali dapat dilihat dengan rhinoscopy pada anak yang kooperatif dan tanpa adanya ada edema mukosa atau secret pada rongga hidung anterior. Pada pemeriksaan rinoskopi anterior dapat terlihat massa yang berwarna pucat yang berasal dari meatus medius dan mudah digerakkan.
     
    Rhinoscopy anterior polip nasi
     
    Rhinoscopy anterior polip nasi
    • Pada polip hidung benigna paling sering dijumpai pada meatus media. Dengan melihat Meatus media, dapat diperkirakan adanya patologi dan memperkirakan perlunya scan CT sinus, dibandingkan melakukan prosedur endoscopic yang mungkin membuat pasien merasa tertekan.
    Pemeriksaan Endoskopi . 
    • Endoskopi dilakukan untuk melihat polip yang masih kecil dan belum keluar dari kompleks osteomeatal. memberikan gambaran yang baik dari polip, khususnya polip berukuran kecil di meatus media.
    • Rigid or flexible endoscopy merupakan metoda terbaik untuk pemeriksaan rongga hidung dan nasofaring untuk secara penuh dapat menilai anatomi hidung dan menentukan tingkat dan lokasi polip hidung. Untuk anak kecil flexible nasopharyngoscope fiberoptic sering digunakan karena lebih sedikit traumatis karena anak-anak mungkin menggerakkan kepala mereka karena merasa cemas atau tidak nyaman.
    • Pada anak-anak dan remaja yang lebih kooperatif, rigid endoscopy dapat digunakan untuk menilai meatus media dan sphenoethmoid recess. Dilakukan Pemberian dekongestan dan anesthesia yang cukup pada rongga hidung sebelum melakukan prosedur endoscopic pada anak yang berusia lebih dari 6 bulan.
    • Pada anak-anak, mengevaluasi dinding posterior rongga mulut dapat mengindikasikan gejala-gejala polip hidung (misalnya, postnasal drip yang terjadi bersamaan dengan sinusitis kronis). Polip yang besar atau adanya lesi pada rongga hidung dapat memasuki oropharynx posterior lewat nasofaring; dapat juga menjadi lesi di balik palatum dan uvula, dapat menekan palatum inferior dan anterior. Pemeriksaan otoscopic polip hidung yang meluas dapat menyebabkan disfungsi tuba eustachian sehingga dapat menyebabkan cairan dan infeksi dalam ruang telinga bagian tengah. Pemeriksaan seksama sistem innervasi saraf kranium dan struktur craniofacial dapat membantu menggambarkan perluasan lesi hidung yang potensial meluas pada struktur penting sekitarnya.
     
    rigid rhinoscopy pada cavum nasi anterior kiri.
     
    rigid rhinoscopy pada cavum nasi anterior kiri.

    Pemeriksaan penunjang
    Untuk membantu menegakkan diagnosa adanya polip hidung pada seseorang, dapat dilakukan beberapa pemeriksaan penunjang seperti:
    • Laboratorium: 
      • Berdasarkan Studi Laboratorium langsung, proses patologis dipercaya bertanggung jawab pada terjadinya polip hidung .
      • Anak-anak dengan polip hidung yang berhubungan dengan sinusitis alergi perlu mendapatkan evaluasi alergi; yaitu test serological radioalergosorben (RAST) atau test alergi kulit. Mabry dan Marple menunjukkan adanya penurunan kekambuhan polip hidung pada anak-anak yang telah mendapatkan imunoterapi antigen sesuai dengan penyebab alerginya, oleh karena itu, test alergi penting dalam AFS. 
      • Melakukan test klorida atau test genetik Cystik Fibrosis pada setiap anak dengan polip hidung multipel benigna.
      • Ditemukannya Eosinofil pada hapusan hidung dapat digunakan untuk membedakan penyakit sinus alergi dan non-alergi serta menandai apakah anak tersebut memberikan respon terhadap glukokortikoid. Ditemukannya neutrofil mengindikasikan adanya sinusitis kronis
    • CT SCAN
      • Pemeriksaan ini dapat dipakai untuk melihat keadaan hidung dan sinus paranasal secara jelas. Apakah ada proses radang, kelainan anatomi, polip atau sumbatan pada kompleks osteomeatal. Pemeriksaan ini terutama diindikasikan untuk kasus polip yang gagal diobati dengan terapi medikamentosa, jika ada komplikasi dari sinusitis dan pada perencanaan tindakan bedah terutama bedah endoskopi.
      • Kriteria standar untuk mengevaluasi lesi di hidung, terutama polip hidung atau sinusitis, adalah dengan potongan tipis (1-3 mm) CT scan pada daerah maxillofacial, axis sinus, dan coronal plane. Pengukuran yang benar sehingga menghasilkan CT yang kompatibel sehingga dapat digunakan sebagai gambaran pemandu intraoperative. Gambar foto polos radiology tidak mempunyai nilai penting apabila polip telah terdiagnosa.
    Sinus dapat menunjukkan polyps (P) yang berada dalam sinus cavities. Polyp terlihat menghalangi saluran outflow sinus tract yang merupakan penyebabpotensial infeksi berulang dan nyeri.
     
     
     
     

    • Pemeriksaan MRI
      • Diperlukan pemeriksaan MRI pada pasien apabila dicurigai telah terjadi perluasan intracranial atau perluasan polip hidung benigna.
      • CT dan MRI dapat membantu diagnosa polip hidung; menggambarkan lesi dalam rongga hidung, sinus-sinus, dan membatasi diagnosis diferensial pada polip atau presentasi klinis yang tidak biasa.
      • Cystik Fibrosis mempunyai suatu karakteristik bulging yang simetris pada sebelah medial dinding lateral hidung.
      • Suatu polip antral-choanal dapat menunjukkan opacified sinus maxillary disertai penonjolan lesi yang berasal dari antrum maxillary ke koana
      • Tumor seperti Rhabdomyosarcoma dapat menunjukkan adanya perluasan lesi disertai dengan invasi mukosa sekitarnya.
      • Kista Duktus Nasolakrimaris dapat menunjukkan adanya dilatasi pada Duktus Nasolakrimaris
      • Encephalocele dapat menunjukkan ekspansi pada region nasofrontal (foramen caecum) disertai herniasi otak atau dura.
      • Glioma dapat menunjukkan lesi hidung terisolasi mungkin mempunyai tangkai berserat pada CNS.
      • Pasien dengan AFS memperlihatkan adanya area heterogen pada sinus-sinus di CT scan dan MRI; area ini terdiri dari polip hidung dan alergic mucin fungal. Allergic Mucin fungal ini terlihat hitam pada MRI. adanya penyakit lain dapat mengacaukan hasil dari pemeriksaan ini.
    Pemeriksaan Biopsi
    • Pemeriksaan ini diindikasikan jika ada massa unilateral pada pasien usia lanjut, jika penampakan makroskopis menyerupai keganasan atau bila pada foto roentgen terdapat gambaran erosi tulang.

    Diagnosa banding polip nasi atau polip hidung???

    • Konka polipoid
      • Polip didiagnosa bandingkan dengan konka polipoid, yang ciri – cirinya sebagai berikut :
        • Tidak bertangkai
        • Sukar digerakkan
        • Nyeri bila ditekan dengan pinset
        • Mudah berdarah
        • Dapat mengecil pada pemakaian vasokonstriktor (kapas adrenalin).
      • Pada pemeriksaan rinoskopi anterior cukup mudah untuk membedakan polip dan konka polipoid, terutama dengan pemberian vasokonstriktor yang juga harus hati – hati pemberiannya pada pasien dengan penyakit kardiovaskuler karena bisa menyebabkan vasokonstriksi sistemik, meningkatkan tekanan darah yang berbahaya pada pasien dengan hipertensi dan dengan penyakit jantung lainnya.
    • Angiofibroma Nasofaring Juvenil
      • Etiologi dari tumor ini belum diketahui. Menurut teori, jaringan asal tumor ini mempunyai tempat perlekatan spesifik di dinding posterolateral atap rongga hidung. 
      • Dari anamnesis diperoleh adanyakeluhan sumbatan pada hidung dan epistaksis berulang yang masif. Terjadi obstruksi hidung sehingga timbul rhinorhea kronis yang diikuti gangguan penciuman. Oklusi pada tuba Eustachius akan menimbulkan ketulian atau otalgia. Jika ada keluhan sefalgia menandakan adanya perluasan tumor ke intrakranial.
      • Pada pemeriksaan fisik dengan rhinoskopi posterior terlihat adanya massa tumor yang konsistensinya kenyal, warna bervariasi dari abu-abu sampai merah muda, diliputi oleh selaput lendir keunguan. Mukosa mengalami hipervaskularisasi dan tidak jarang ditemukan ulcerasi. 
      • Pada pemeriksaan penunjang radiologik konvensional akan terlihat gambaran klasik disebut sebagai tanda Holman Miller yaitu pendorongan prosesus Pterigoideus ke belakang. Pada pemeriksaan CT scan dengan zat kontras akan tampak perluasan tumor dan destruksi tulang sekitarnya. 
      • Pemeriksaan arteriografi arteri karotis interna akan memperlihatkan vaskularisasi tumor. Pemeriksaan PA tidak dilakukan karena merupakan kontraindikasi karena bisa terjadi perdarahan. Angiofibroma Nasofaring Juvenil banyak terjadi pada anak atau remaja laki-laki
    • Keganasan pada hidung
      • Etiologi belum diketahui, diduga karena adanya zat-zat kimia seperti nikel, debu kayu, formaldehid, kromium, dan lain-lain. Paling sering terjadi pada laki-laki. 
      • Gejala klinis berupa obstruksi hidung, rhinorhea, epistaksis, diplopia, proptosis, gangguan visus, penonjolan pada palatum, nyeri pada pipi, sakit kepala hebat dan dapat disertai likuorhea. 
      • Pemeriksaan CT scan memperlihatkan adanya pendesakan dari massa tumor. Pemeriksaan PA didapatkan 85% tumor termasuk selsquamous berkeratin

    Apa saja klasifikasi polip nasi???
    • Menurut Subhan Polip hidung terbagi menjadi 2 jenis yaitu:
      • Polip hidung tunggal adalah jumlah polipnya hanya satu, berasal dari sel-sel permukaan dinding sinus tulang pipi.
      • Polip hidung Multiple adalah jumlah polip lebih dari satu berasal dari permukaan dinding rongga tulang hidung bagian atas (etmoid).
    • Untuk kepentingan penelitian agar hasil pemeriksaan dan pengobatan dapat dilaporkan dengan standar yang sama, Mackay dan Lund pada tahun 1997 membuat pembagian stadium polip sebagai berikut:  
      • Stadium 0 : Tidak ada polip
      • Stadium 1 : Polip masih terbatas di meatus medius
      • Stadium 2 : Polip sudah keluar dari meatus medius, tampak di rongga hidung tapi belum memenuhi rongga hidung
      • Stadium 3 : Polip yang massif.

    Bagaimana pengobatan polip hidung??

    Tujuan utama pengobatan pada kasus polip nasi ialah menghilangkan keluhan-keluhan yang dirasakan oleh pasien. Selain itu juga diusahakan agar frekuensi infeksi berkurang, mengurangi atau menghilangkan keluhan pernapasan pada pasien yang disertai asma, mencegah komplikasi dan mencegah rekurensi polip.

    Medikamentosa
    Terapi medikamentosa ditujukan untuk polip yang masih kecil (belum memenuhi rongga hidung) yaitu dengan pemberian kortikosteroid sistemik yang diberikan dengan dosis tinggi dalam jangka waktu singkat. Dapat juga berupa kortikosteroid intranasal yang diberikan selama 4-6 minggu. Bila reaksinya baik, maka terapi ini diteruskan sampai polip dan gejalanya hilang. Apabila tidak ada reaksi yang adekuat dari terapi kortikosteroid intranasal maka terapi dapat ditambahkan dengan kortikosteroid sistemik, sehingga pengobatan bersifat kombinasi. Contohnya adalah dengan pemberian Prednison 30 mg per hari selama seminggu dilanjutkan dengan 15 mg per hari selama seminggu. Pemberian kortikosteroid untuk menghilangkan polip nasi disebut juga polipektomi medikamentosa.
    • Pemberian steroid oral dan topikal pada hidung merupakan terapi primer untuk polip hidung. Antihistamin, dekongestan, dan cromolyn sodium memberikan sedikit manfaat. Imunoterapi dapat berguna pada rhinitis alergi tetapi bila digunakan sendirian, tidak selalu dapat menghilangkan polip hidung yang ada. Antibiotik diberikan apabila ada superinfeksi bakteri.
    • Kortikosteroid merupakan obat terpilih, baik diberikan secara sistemik maupun topikal. Injeksi langsung pada polip tidak disetujui oleh Food and Drug Administration karena adanya laporan kehilangan penglihatan unilateral pada 3 pasien setelah mendapatkan suntikan steroid intranasal dengan Kenalog. Keamanan penggunaannya tergantung dari ukuran partikel spesifik obat. Bobot molekular yang besar seperti Aristocort sifatnya lebih aman dan lebih sedikit ditransfer ke daerah intracranial. Hindari injeksi langsung dalam pembuluh darah. 
    • Penggunaan steroid oral merupakan terapi medis paling efektive pada polip hidung. Pada orang dewasa, kebanyakan digunakan prednison (30-60 mg) selama 4-7 hari dan kemudian dilakukan tappering off selama 1-3 minggu. Dosis bervariasi untuk anak-anak, tetapi dosis maksimum biasanya adalah 1 mg/kg/bb untuk 5-7 hari, kemudian dilakukan tappering off selama 1-3 minggu. Respon terhadap kortikosteroid tergantung pada ada atau tidak adanya eosinofilia. Maka pasien dengan polip hidung dan rhinitis alergi atau asma seharusnya berespon terhadap pengobatan ini. 
    • Pasien polip hidung tanpa dominasi eosinofilia (misalnya, pasien-pasien dengan Cystik Fibrosis, primary ciliary dyskinesia syndrome, atau Young syndrome) mungkin tidak berespon terhadap pengguanaan steroid. Penggunaan steroid oral jangka panjang tidak dianjurkan karena mempunyai banyak efek potensial yang tak diinginkan (misalnya, keterlambatan pertumbuhan, diabetes melitus, hipertensi, efek psikotropik, efek GI, katarak, glaukoma, osteoporosis, dan nekrosis aseptik pada kaput femoris). 
    • Penggunaan steroid topikal untuk polip hidung banyak dianjurkan, baik sebagai pengobatan primer atau sekunder pada pemberian steroid Per Oral atau pembedahan. Steroid hidung (misalnya, fluticasone, beclomethasone, budesonide) efektif untuk menghilangkan gejala-gejala subjektif dan meningkatkan aliran udara ke hidung ketika diukur secara obyektif (terutama pada double-blind plasebo- controlled studies). Beberapa penelitian menyatakan bahwa fluticasone mempunyai onset lebih cepat daripada beclomethasone. 
    • Pemberian kortikosteroid topikal secara umum menyebabkan lebih sedikit efek tak diinginkan dibanding penggunaaan kortikosteroid sistemik karena pembentukan bioavailabilitas yang terbatas. Pada penggunaan jangka panjang, terutama pada dosis tinggi atau pada kombinasi dengan kortikosteroid inhalasi, mempunyai resiko supresi axis hypothalamic-pituitary-adrenal, katarak, keterlambatan pertumbuhan, pendarahan hidung, dan perforasi septum nasal (jarang). 
    • Seperti halnya pengobatan jangka panjang yang lain, perlu dilakukan monitoring penggunaan kortisteroid spray. Penggunaan kortikosteroid jangka panjang (lebih dari 5 tahun) dengan pemakaian beclomethasone menunjukkan tidak adanya degradasi epitelium pada epitel normal pernapasan epitelium skuamosa pada rhinitis atrophic kronis. Generasi steroid sistemik yang lebih baru (misalnya, fluticasone, Nasonex) memiliki bioavailibilitas lebih sedikit dibanding steroid hidung sebelumnya, seperti beclomethasone. 
    • Antibiotika juga harus diberikan apabila didapatkan tanda-tanda infeksi. Pemberian antibiotik pada kasus polip dengan sinusitis sekurang-kurangnya selama 10-14 hari. Selain itu, perlu diperhatikan juga pengobatan alergi bila merupakan penyebab timbulnya polip. 
    Pembedahan:

    • Untuk kasus polip yang tidak membaik dengan terapi medikamentosa atau polip yang massif dipertimbangkan untuk terapi bedah. Terapi bedah yang dipilih tergantung dari luasnya penyakit (besarnya polip, dan adanya sinusitis yang menyertai).
    • Intervensi pembedahan diperlukan pada anak-anak dengan polip hidung mĂșltiple benigna atau rhinosinusitis kronis yang gagal dengan pemberian terapi medis maksimum. Polipectomy sederhana secara awal efektif membebaskan gejala-gejala hidung, terutama untuk polip hidung terisolasi atau polip hidung yang kecil. Pada polip hidung multipel benigna, polipectomy memiliki angka kekambuhan yang tinggi.
    • Polipektomi intranasal menggunakan jerat (snare) kawat dan/ polipektomi intranasal dengan cunam (forseps) yang dapat dilakukan di ruang tindakan unit rawat jalan dengan analgesi lokal; etmoidektomi intranasal atau etmoidektomi ekstranasal untuk polip etmoid; operasi Caldwell-Luc untuk sinus maksila. Yang terbaik ialah bila tersedia fasilitas endoskop maka dapat dilakukan tindakan endoskopi untuk polipektomi saja, atau disertai unsinektomi atau lebih luas lagi disertai pengangkatan bula etmoid sampai Bedah Sinus Endoskopik Fungsional lengkap. 
    • Alat mutakhir saat ini yang digunakan untuk membantu operasi polipektomi endoskopik ialah microdebrider (powered instrument) yaitu alat yang dapat menghancurkan dan mengisap jaringan polip sehingga operasi dapat berlangsung cepat dengan trauma yang minimal.
    • Endoscopic Sinus Surgery (ESS) merupakan teknik yang lebih baik karena tidak hanya mengangkat polip tetapi juga membuka celah dalam meatus media, yaitu daerah yang paling sering membentuk polip, sehingga dapat menurunkan tingkat kekambuhan. Perlu mengetahui luas daerah yang tepat saat pembedahan sehingga dapat dilakukan ekstirpasi secara lengkap (Nasalide prosedur) atau aerasi sederhana pada sinus. Prosedur ekstirpasi lebih efektive daripada aerasi sinus karena komplikasi yang timbul lebih rendah apabila dilakukan oleh ahli bedah. Penggunaan surgical microdebrider membuat prosedur ini lebih cepat dan lebih aman, penyediaan gunting jaringan yang tepat mengurangi hemostasis dengan visualisai yang lebih baik.
    • Pembedahan langsung jaringan yang terlihat pada CT scan saat dilakukan pembedahan. Pasien pasien dengan penyakit seperti CF primary ciliary dyskinesia syndrome, atau Young syndrome dapat langsung memulai pembedahan tanpa perlu perawatan medis ekstensive, karena biasanya penyakit ini tidak berespon terhadap pemberian kortikosteroid. Setelah jaringan yang sakit diangkat dari rongga hidung dan sinus, sistem paru-paru biasanya akan membaik. Penggunaan image-guided system memandu untuk mengetahui lokasi yang tepat pada intranasal, sinus, orbital, dan struktur intracranial pada pembedahan atau revisi polip hidung. 
    • Polip hidung terjadi 6-48% pada anak-anak dengan CF. Pembedahan dilakukan apabila anak-anak tersebut menunjukkan gejala simtomatik. Kekambuhan polip hidung pada CF hampir besifat universal, sehingga sering diperlukan pembedahan ulang tiap beberapa tahun, sehingga pasien perlu mendapat konseling preoperative tentang adanya kemungkinan ini. 
    • Untuk lesi selain polip hidung benigna yang menjadi polip hidung, polip tersebut harus di biopsi atau diangkat, tergantung dari proses perjalanan penyakit. 
    • Untuk persiapan prabedah, sebaiknya lebih dulu diberikan antibiotik dan kortikosteroid untuk meredakan inflamasi sehingga pembengkakan dan perdarahan berkurang, dengan demikian lapang-pandang operasi lebih baik dan kemungkinan trauma dapat dihindari. Pasca bedah perlu kontrol yang baik dan teratur mengunakan endoskop, dan telah terbukti bahwa pemberian kortikosteroid intranasal dapat menurunkan kekambuhan.

    Konsultasi: 
    • Pertama-tama memberitahu otolaryngologist, terutama jika pengobatan medis sudah gagal atau jika asal diagnosa dasar penyakit polip hidung tidak diketahui.
    • Perlu diertimbangkan untuk berkonsultasi dengan spesialis paru-paru apabila polip hidung diakibatkan karena asma, alergi, atau CF. Biasanya pasien dengan penyakit ini sudah sering kali berhubungan dengan permasalahan paru-paru. 
    Diet: Perawatan polip hidung tanpa diet khusus.

    Aktivitas:
    • Tidak ada pembatasan aktivitas yang penting bagi seorang anak dengan polip hidung. Tingkatan aktivitas anak mungkin dapat berkurang karena kesulitan bernafas lewat hidung, sehingga aktivitas olahraga dan kinerja aktivitas fisik menurun. 
    • Setelah pembedahan sinus, aktivitas perlu dibatasi. Pembatasan ini berbeda dari ahli bedah satu dan ahli bedah lainnya. Kebanyakan ahli bedah membatasi tiupan dari hidung karena meningkatkan tekanan intranasal karena potensial untuk menyebabkan permasalahan pada area already thinned bony dividers pada pasien dengan polip hidung.  

    FOLLOW UP POLIP HIDUNG

    Penanganan pasien lebih lanjut

    • Secara historis, anak-anak yang didiagnosa dengan Cystic Fibrosis telah mempunyai penyakit digestive dan pulmoner dengan bentuk penyakit yang lebih parah. Anak-anak ini sering mendapat perawatan dengan antibiotic IV berdasarkan kuman-kuman patogen yang paling banyak ditemukan dalam paru-paru dan sinus (misalnya, Pseudomonas aeruginosa, Staphylococcus aureus), diberikan baik pada preoperatively maupun post-operative. Sebagai tambahan, anak-anak ini mempunyai toilet paru-paru untuk meningkatkan fungsi paru-paru mereka dalam periode perioperative, termasuk steroid IV, terapi perkusi, bronchodilators inhalasi. Sebagaian besar proses ini dapat dilaksanakan pada pasien rawat jalan, tergantung dari beratnya penyakit yang berhubungan. 
    • Untuk pasien dengan asma berat dan polip hidung yang memerlukan pembedahan, penanganan postoperasi dengan pengamatan pernapasan kompromis atau spasme ditentukan berdasar masing-masing individual. 
    • Perawatan pasien rawat jalan biasanya dilakukan karena anak-anak yang lebih tua mengalami ESS polip hidung tanpa kondisi-kondisi medis yang berat. 

    Penanganan pasca bedah:

    • Memonitor dekat anak-anak dengan multiple polip hidung benigna, apapun penyebabnya, karena kekambuhan mungkin terjadi pada yang diperlakukan dengan terapi medis maupun pembedahan. Postoperative follow-up perlu dilakukan 3-4 kali pada bulan pertama untuk memonitor penyembuhan sinus cavities; frequency tergantung dari lokasi dan gejala masing-masing pasien. 
    • Pasien dengan Cystik Fibrosis dapat dimonitor secara symptomatic karena pembedahan tidak dapat dilakukan sebelum pasien menunjukkkan gejala-gejala yang symptomatic, meskipun polip hidung terlihat pada CT scan atau nasal endoscopy. Secara pasti, tiap pasien mendapat penatalaksanaan berdasarkan dasar individual. 
    • Karena polip hidung berhubungan dengan AFS, follow-up tertutup yang dilakukan otolaryngologist direkommendasikan sampai pasien dianggap bebas dari penyakit, mingkin diperlukan beberapa tahun atau lebih. 
    • Setiap acumulasi fungus dapat mempercepat proces antigenic, yang menyebabkan gejala-gejala dan penyakit rekuren. Terjadinya Rekurensi umum pada polip s, dan dapat tercontrol lebih effectif jika dikenali sejak awal. 
    • Polip hidung yang kecil dikenali sejak awal pada follow-up routine patients dengan multiple polip hidung benigna. 
    • Penyakit lain dilakukan medis atau dengan procedures bedah kecil. Untuk penyakit menyebabkan polip hidung selain multiple polip hidung benigna, perlu perawatan jalan atau rawat inap ditentukan berdasar penyakit, gejala klinik dan situasi patient, dan condisi medis yang berhubungan. 

    Komplikasi Apa yang timbul dari polip hidung ??
    • Polip hidung Massive atau polip single yang besar (eg, antral-choanal polip) yang mengobstructsi Cavum nasi dan/atau nasopharynx dapat menyebabkan gejala obstructive tidur dan pernafasan mulut chronic. Jarang, polip hidung massive, pada CF dan pada AFS dapat mempengaruhi structure craniofacial. Hal ini dapat mengakibatkan proptosis, hypertelorism, dan diplopia
    • Pada suatu article publikasi, pengarang melaporkan 40% anak-anak (dibandingkan 10% pada dewasa) dengan AFS yang disertai abnormalittas craniofacial. polip osis Massive jarang menyebabkan kompresi extrinsic yang cukup pada nerve optic sehingga tajam penglihatan berkurang. Newcomber melaporkan bahwa 3 dari 82 pasien dengan AFS mempunyai perubahan penglihatan akibat compresi nerve optic pada sinus sphenoid setelah pengangkatan polip hidung. Bagaimanapun, karena polip s bertumbuh pelan, bisanya tidak menimbulkan gejala neurological, meskipuntelah meluas ke intracranial cavity.

    Prognosis polip hidung: 
    • Rekurensi Polip hidung sering terjadi setelah terapi medis atau therapy bedah jika ada polip multipel benigna. polip single yang besar (eg, antral-choanal polip) bersifat kurang rekuren.
    Edukasi: 
    • Edukasi pasien tentang kronisnya penyakit penting untuk membuat mereka lebih waspada pada rekurensi.

    Kegagalan terapi
    • Banyak proses pada cavum nasi yang menyebabkan gejala klinis yang sama dengan polip hidung. Seringnya infeksi pada upper respiratory tract, rhinitis allergic, rhinitis nonallergic, sinusitis chronic, sinusitis recurrent acute, hypertrophy adenoid, dan adenoiditis chronic, sering menimbulkan gejala klinik yang sama dengan gejala yang disebabkan polip hidung atau tumor. Dengan demikian, polip hidung atau tumor mungkin sebenarnya ada pada beberapa saat sebelum terdiagnosa, sehingga menghasilkan diagnosis yang tertunda.

    Bagaimana cara mencegah pilip hidung??
    • Pada banyak kasus, polip hidung tidak dapat dicegah. Tetapi jika seseorang menderita asthma, hay fever atau infeksi kronis sinus, mengenali gejala secara dini dapat membantu mengurangi gejala sumbatan hidung dan gangguan pernapasan. Itu berarti pasien harus mengkonsumsi obat yang dianjurkan dokter secara teratur dan menghindari kontak dengan alergen dan polutan baik di dalam maupun di luar rumah. 
    • Irigasi rongga sinus dengan air garam dapat mengurangi sumbatan hidung dan mengurangi adanya sekret. Menghindari spray yang mengandung bahan aditif seperti benzalkonium, yang dapat menginflamasi mukosa hidung dan menyebabkan timbulnya eksaserbasi gejala.
    • Untuk membuat larutan saline, campurkan 1/4 sendok teh garam kedalam 8 ounces air hangat. Tuangkan larutan ke dalam tangan lalu hirup dengan hidung. Dapat juga larutan disuntikkan menggunakan bulbus telinga atau dengan spuit. Lalu bersihkan hidung secara lembut dengan menggunakan tisue. Gunakan larutan yang tersisa dalam 24 jam atau buang.